Hagia Sophia

10 September 2023

Kisah Sedih Warga Cerita Detik-detik Gempa Dahsyat di Maroko

Warga Maroko yang menjadi korban gempa dahsyat berkekuatan 6,8 M. (Foto: REUTERS/ABDELHAK BALHAKI)

Jumlah korban tewas gempa dahsyat Maroko sudah melampaui seribu jiwa. Gempa berkekuatan 6,8 M itu melanda kota bersejarah Marrakesh pada Jumat malam (8/9/2023), saat kebanyakan warga tengah tidur.

Raja Maroko Mohammed VI mengerahkan tim khusus untuk memobilisasi evakuasi. Baik via udara dan darat. Pemerintah juga langsung membangun rumah sakit darurat.

Total ada 1.037 orang tewas, sebagian besar di Marrakesh dan lima provinsi dekat pusat gempa, sementara 1.204 lainnya dilaporkan luka-luka, menurut catatan New York Post, Sabtu (9/9).

Sejumlah warga dilaporkan kesulitan bertemu dengan keluarga mereka. Termasuk salah satunya seorang perempuan mengatakan kepada TV pemerintah Maroko, jika dirinya telah kehilangan empat anak dan suaminya.

"Desa Adassil di Pegunungan Atlas hampir seluruhnya hancur menjadi puing-puing," sebut dia, menggambarkan kondisinya.

Kebutuhan Donor Darah

Pada hari Sabtu, televisi pemerintah menunjukkan puluhan warga Maroko mengantre di pusat transfusi darah Marrakesh dan Rabat untuk donor darah.

Banyak ambulans bolak-balik membawa korban luka ke RS Internasional Mohammed VI di Marrakesh sepanjang Jumat malam dan Sabtu pagi. Pusat Transfusi Darah Regional Marrakesh baru-baru ini terus mendesak warga yang selamat untuk ikut donor darah, membantu korban cedera.

"Kami mengimbau kepada seluruh warga, terutama yang berada di kota Marrakesh, untuk donor darah guna membantu korban luka," beber Samira Fezzani, Direktur Pusat Transfusi Darah Regional Marrakesh, mengatakan kepada stasiun radio Maroko Medi1.

Semua fasilitas kesehatan di kota Marrakesh serta Rumah Sakit Mohammed VI telah dikerahkan untuk memberikan perawatan medis yang diperlukan bagi para korban luka.

Fatima (50) menyebut rumahnya di desa pegunungan Asni, dekat pusat gempa, telah hancur. "Saya hampir tidak sempat menarik anak-anak berlari keluar sebelum saya melihat rumah saya runtuh di depan mata saya. Rumah tetangga juga ambruk dan ada dua orang tewas tertimbun reruntuhan," ujarnya.

Sementara Muhammed 50, dari kota terdekat Ouirgane, kehilangan empat anggota keluarganya akibat gempa tersebut. "Saya berhasil keluar dengan selamat bersama kedua anak saya tetapi tidak dengan yang lain. Rumah saya seketika lenyap," katanya.

Tragedi yang menimpa keluarga Lahcen menjadi perbincangan semua orang di desa pegunungan, satu jam perjalanan dari kota wisata Marrakesh.

Isak tangis pria 40 tahun mengundang haru, badannya meringkuk kesakitan.

"Aku sudah kehilangan segalanya," katanya dengan suara yang nyaris tak terdengar.

Momen yang tak jauh berbeda juga tampak pada perempuan berusia 40-an, tengah duduk di depan pintu rumah dalam keadaan masih syok.

"Ini adalah tragedi yang mengerikan. Kami sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi. Keluarga saya selamat, namun seluruh desa berduka atas anak-anak mereka. Banyak tetangga saya kehilangan orang yang saya sayangi. Rasa sakitnya tak terlukiskan," kata Hasna.

"Saya menyaksikan kehancuran yang terjadi. Saya masih gemetar. Itu seperti bola api yang menghanguskan segalanya," sambung dia.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Trauma Warga Ceritakan Detik-detik Gempa Dahsyat Maroko, 1.000 Orang Tewas"