Hagia Sophia

05 January 2026

Sederet Fakta yang Berkaitan dengan 'Super Flu'

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Grafissimo)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan Influenza A (H3N2) subclade K atau yang lebih dikenal dengan nama 'Super Flu' sudah ditemukan sejak 25 Desember 2025. Meski demikian, keberadaan subclade K tidak memengaruhi kondisi epidemi influenza di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Prima Yosephine mengungkapkan berdasarkan hasil pemantauan kasus influenza, tren kasus influenza justru menurun dalam 2 bulan terakhir, dengan varian dominan influenza A.

"Meskipun seperti itu, tetap semua kewaspadaan tetap disiapkan diantaranya adalah himbauan untuk menggunakan masker jika dalam kondisi tidak sehat serta meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS," ungkap dr Prima pada detikcom, Selasa (30/12/2025).

Sebenarnya apa sih itu Super Flu? Berikut ini sederet fakta-fakta berkaitan dengan penyakit ini:

Memicu Kenaikan Kasus Influenza di New York

Awalnya, penyakit ini menjadi sorotan di New York, Amerika Serikat karena memicu kenaikan kasus influenza yang tinggi, bahkan titik tertinggi sepanjang sejarah. Jumlahnya sebanyak 71.123 kasus positif dalam sepekan sampai 20 Desember 2025.

Pejabat kesehatan New York mengungkapkan ribuan kasus flu baru itu memicu lonjakan 38 persen kasus dari pekan sebelumnya. Rawat inap akibat flu juga naik 63 persen di seluruh negara bagian, menjadi 3.666 dari 2.251 pada pekan sebelumnya.

"Kami sedang meninjau secara cermat data kapasitas tempat tidur rumah sakit untuk lebih memahami tren rawat inap dan untuk memandu respons yang diperlukan terkait dampak dari infeksi virus pernapasan," kata Komisaris Kesehatan Negara Bagian Dr James McDonald, dikutip dari CBS News.

Belum Terbukti Lebih Bahaya dari Influenza Umumnya

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) mengungkapkan super flu diduga memiliki efek yang lebih parah daripada influenza pada umumnya. Namun, ia menegaskan hingga kini belum ada penelitian yang secara pasti mengonfirmasi hal tersebut.

"Kalau yang yang flu A (influenza A) biasa bisa menularkan 2-3 orang, mungkin ini lebih. Tapi memang penelitiannya belum, karena memang masih dalam tahap penemuan kasusnya kok meningkat, untuk transmisi, dan yang lain-lain seperti keparahannya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut," ujar dr Nastiti.

dr Nastiti mengungkapkan efek dari infeksi super flu masih mirip dengan influenza pada umumnya. Namun, kewaspadaan harus tetap diutamakan karena influenza bisa berbahaya untuk kelompok rentan.

Gejala super flu meliputi demam tinggi, nyeri tenggorokan, sakit kepala, menggigil, hingga keluhan pernapasan.

Vaksinasi Influenza Masih Manjur untuk Super Flu

dr Nastiti mengungkapkan vaksin influenza yang tersedia saat ini masih manjur digunakan sebagai pencegahan super flu. Dengan vaksin influenza, pasien yang terinfeksi diharapkan tidak memiliki gejala yang berat hingga perlu perawatan rumah sakit.

"Efektivitasnya di penelitian-penelitian sebelumnya untuk mencegah penularan itu cukup baik ya 62 persen, tapi untuk mencegah kematian dia lebih tinggi (tingkat efektivitasnya)," kata dr Nastiti.

"Karena memang vaksin itu bisa berperan mencegah penularan, tapi kita lebih banyak mengharapkan dari vaksin itu, mungkin tidak 100 persen mencegah penularan, tapi mencegah severity atau keparahan," sambungnya.

Langkah Pencegahan dari Kemenkes

dr Prima mengungkapkan penyakit influenza biasanya dipengaruhi oleh cuaca. Peningkatan kasus dapat terjadi pada musim penghujan.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan seperti pola makan bergizi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta penerapan etika batuk dan bersin.

"Juga cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta menggunakan masker bagi masyarakat yang bergejala," kata dr Prima.

"Kami menghimbau untuk segera berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu berat, batuk, pilek, serta gejala infeksi saluran pernapasan lainnya. Pemanfaatan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas juga dapat dimanfaatkan," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta-fakta 'Super Flu' Subclade K, Sudah Ditemukan di Indonesia!"