Hagia Sophia

05 January 2026

Separah Apa Super Flu Dibanding Flu Biasa?

Separah apa infeksi influenza subclade K? Foto: Getty Images/sorn340

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan 62 kasus influenza subclade K atau populer belakangan ini dengan istilah 'Super Flu'. Separah apa dibanding flu pada umumnya?

Plt Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI dr Prima Yosephine menyebut, temuan 62 kasus influenza subclade K tersebut didapatkan dari hasil pemeriksaan pada 25 Desember 2026. Di sisi lain, tren influenza disebutnya justru menurun dalam 2 bulan terakhir.

Tren penurunan menurut dr Prima teramati dari surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Pada tren SARI, teramati kondisi yang stabil tanpa indikasi peningkatan kasus.

"Kondisi tersebut di atas menunjukkan bahwa adanya peredaran subclade K tidak mempengaruhi kondisi epidemi influenza di Indonesia," jelas dr Prima dalam keterangannya untuk detikcom, baru-baru ini.

Sementara itu, juru bicara Kemenkes RI drg Widyawati, MKM menjelaskan, genome sequencing telah dilakukan pada 348 sampel dari 843 spesimen positif influenza. Hasilnya, didapatkan temuan 152 kasus influenza tipe A/H1 atau 44 persen, 172 kasus tipe A/H3 atau 49 persen. Dari angka tersebut, sebanyak 62 kasus atau 36 persen di antaranya merupakan subclade K.

"Sisanya 24 yaitu 7 persen adalah tipe B/Victoria," jelasnya.

Perempuan menjadi kelompok paling banyak terinfeksi, yakni 64 persen. Sementara itu, anak-anak usia 1-10 tahun menyumbang 35 persen kasus.

Situasi Global

Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) dilaporkan mengalami peningkatan di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 2025 seiring masuknya musim dingin. Subclade K pertama kali teridentifikasi oleh The US Centers For Disease Control and Prevention (US CDC) pada Agustus 2025 dan hingga kini telah ditemukan di 80 negara.

Di Asia, beberapa negara tercatat melaporkan temuan subclade K sejak Juli 2025. Di antaranya China, Korea Selatan, Kepang, Singapura, dan Thailand. Di wilayah ini, tren kasus influenza juga mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan," terang dr Prima dalam siaran persnya.

Imbauan Kemenkes

Sebagai upaya preventif, Kemenkes menyarankan sejumlah upaya untuk meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh:
  • Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti cuci tangan
  • Istirahat yang cukup
  • Makan makanan bergizi
  • Melakukan vaksinasi influenza tahunan, terutama pada kelompok rentan yakni lansia, ibu hamil, dan komorbid.
"Vaksin Influenza tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap, dan juga kematian," pesan Widyawati.

Jika sakit, disarankan untuk tetap di rumah dan memperbanyak istirahat, menerapkan etika batuk dan selalu menggunakan masker.

"Segeralah ke fasyankes jika gejala memburuk lebih dari tiga hari, demam tinggi menetap, sesak napas, dan sebagainya," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sudah Ada 62 Kasus di Indonesia, Seberapa Bahaya 'Super Flu' Subclade-K?"