Hagia Sophia

09 April 2026

Tren TBC Masih Mengkhawatirkan, Wamenkes: Satu Orang Meninggal Tiap 4 Menit

Foto: Pradita Utama

Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus mengingatkan tren tuberkulosis (TBC) masih mengkhawatirkan. Ia menyebut setiap menit dua orang terinfeksi TBC dan dalam empat menit satu orang meninggal dunia di Indonesia.

"TBC masih menjadi tantangan besar. Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan," beber pria yang akrab disapa Benny dalam konferensi pers Senin (6/4/2026).

Indonesia mencatat lebih dari 1 juta kasus TBC setiap tahun, menjadi salah satu negara dengan beban tertinggi di dunia.

300 Ribu Kasus Belum Ditemukan

Wamenkes mengungkapkan, dari estimasi 1.090.000 kasus TBC di Indonesia, baru 867.000 orang yang ditemukan dan mendapatkan pengobatan. Masih ada hampir 300.000 kasus belum terdeteksi.

"Kasus TBC di Indonesia masih cukup tinggi, bahkan secara jumlah diperkirakan ada 1.090.000 kasus. Yang diobati tahun lalu 867.000 kasus, jadi masih ada hampir 300.000 kasus yang belum ditemukan," sorot Benny.

Ia menegaskan, tingginya jumlah kasus yang belum ditemukan atau 'gap' ini menjadi tantangan besar dalam upaya eliminasi TBC.

Pemerintah mendorong langkah cepat melalui deteksi dini secara masif, salah satunya lewat program Cek Kesehatan Gratis yang menargetkan 130 juta masyarakat pada 2026.

Selain itu, strategi lain yang diperkuat meliputi pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan TBC, serta peningkatan peran masyarakat dan kader kesehatan.

"Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa," tegasnya.

Sorotan Global: Indonesia Sumbang 10 Persen Kasus Dunia

Perwakilan World Health Organization (WHO) Indonesia, Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TBC dunia.

Data menunjukkan, pada 2024 terdapat sekitar 118.000 kematian akibat TBC pada orang tanpa HIV, serta 8.100 kematian pada orang dengan HIV di Indonesia.

"TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan," ujarnya.

WHO juga menyoroti sejumlah tantangan besar, seperti masih banyaknya kasus yang belum terdiagnosis, munculnya TBC resistan obat, hingga faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Meski tantangan besar, harapan tetap ada. Saat ini, lebih dari 100 alat diagnostik, 29 obat TBC, dan 18 kandidat vaksin tengah dikembangkan secara global.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "1 Orang Meninggal Tiap 4 Menit, Wamenkes Soroti Banyak Kasus TBC Belum Ditemukan"