Hagia Sophia

30 May 2026

Wamenkes Heran Ada Pasien Diabetes Tipe 2 yang Ditemukan pada Anak SMP

Wamenkes Dante. (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth)

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengaku prihatin melihat tren pasien diabetes tipe 2 yang kini makin banyak ditemukan pada usia muda. Penyakit yang dulu identik menyerang usia 40 tahun ke atas itu kini bahkan ditemukan pada anak usia remaja hingga tingkat SMP.

"Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini, dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter, kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP," kata Dante dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

Menurut Dante, perubahan pola hidup menjadi faktor utama di balik meningkatnya kasus diabetes tipe 2 pada generasi muda.

Ia menyoroti kebiasaan anak dan remaja saat ini yang cenderung minim aktivitas fisik, terlalu lama menatap layar gadget, kurang tidur, hingga mengonsumsi makanan tinggi gula dan ultra-proses secara berlebihan.

Selain itu, tekanan mental dan stres yang dialami remaja masa kini juga disebut ikut memperparah kondisi kesehatan mereka.

Diabetes pada Remaja Disebut Lebih Agresif

Dante mengingatkan diabetes tipe 2 yang muncul di usia muda justru bisa berkembang lebih cepat dibandingkan pasien dewasa.

Karena itu, ia menilai kondisi tersebut tak boleh dianggap sepele.

"Diabetes tipe 2 pada remaja cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa," ujarnya.

Ia menegaskan penanganan diabetes tidak cukup hanya mengandalkan obat-obatan, tetapi harus dimulai dari perubahan kebiasaan sehari-hari di lingkungan keluarga.

"Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga," katanya.

Sebagai contoh menjaga pola hidup sehat, Dante mengaku kerap mengajak anaknya melakukan aktivitas fisik bersama, termasuk mendaki gunung.

Ia menyebut kegiatan tersebut bukan hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi cara mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti bergerak aktif bersama keluarga dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik, termasuk diabetes tipe 2.

Dante juga mengungkap hasil pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah-sekolah menunjukkan semakin banyak masalah kesehatan yang dialami anak dan remaja sejak usia dini.

Selain diabetes, ditemukan pula kasus hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi pada pelajar.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Herannya Wamenkes Pasien Diabetes Tipe 2 Makin Muda, Bahkan Ditemukan pada Anak SMP"