Hagia Sophia

02 April 2023

Miliarder China Ini Jual Sperma Pria yang Tidak Divaksin COVID-19, Ini Alasannya

Ilustrasi sperma. (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Baru-baru ini heboh sosok miliarder China yang berencana melelang sperma dari pria tidak divaksinasi COVID-19 di platform online. Ternyata, bukan tanpa sebab. Lelang sperma itu dilakukan berdasarkan anggapan yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 bisa menyebabkan kemandulan.

Karenanya, Wengui menawarkan sperma dari orang-orang yang tidak mengikuti vaksinasi. Ia mengklaim sudah menyimpan nyaris 6 ribu sel telur dan jutaan sperma dari orang-orang yang tidak divaksinasi COVID-19.

Lelang dilakukan Guo Wengui, seorang taipan yang diasingkan dari Amerika Serikat baru-baru ini, diduga ditangkap karena adanya penipuan. Lelang tersebut bakal berlangsung di platform online Gettr, Juni mendatang.

"Kami akan melelang sperma dan sel telur terbaik, termasuk tentu saja sperma saya sendiri," katanya, seraya menambahkan bahwa perdagangan akan diizinkan dalam mata uang digital dan terbuka untuk semua ras dan etnis.

Pemberi informasi anti-vaksin mendorong klaim vaksin COVID-19 memicu kemandulan, bahkan di hadapan banyak penelitian medis yang menunjukkan fakta sebenarnya tidak merusak kesuburan pria maupun wanita.

Guo, yang menggunakan nama lain termasuk Miles Guo, sendiri adalah penganut klaim palsu tersebut. Negara Federal Baru China, kelompok lobi anti-Partai Komunis China yang dibentuk oleh Guo, juga telah berulang kali membuat pernyataan tidak berdasar seperti vaksin adalah senjata biologis.

Beberapa pendukungnya menilai pelelangan ini sebagai salah satu bentuk kemanusiaan atas tudingan asal usul COVID-19 berasal dari kebocoran lab di Wuhan.

Pengguna media sosial lain ada yang meminati lelang tersebut, adapula yang mengutarakan pernyataan sebaliknya. Menurutnya, lelang sperma untuk yang tidak divaksinasi memang bisa meraup uang yang banyak, tetapi tidak menjawab bukti vaksin COVID-19 berbahaya bagi kesuburan.

"Itu hanya 'komoditas berharga' jika seseorang percaya pada narasi palsu bahwa vaksinasi COVID-19 membahayakan kesuburan," kata John Gregory, editor kesehatan di pengawas NewsGuard, mengatakan kepada AFP..

"Lelang ini sesuai dengan pola yang sudah mapan di mana pemberi informasi anti-vaksin menjual produk untuk mendapat untung dari klaim palsu mereka."

































Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Heboh Miliarder China Lelang Sperma Pria yang Tak Divaksin COVID, Ternyata..."