Hagia Sophia

03 August 2023

Gelombang Panas Hantam Korsel dan Jepang, Banyak Korban Meninggal

Foto: BBC World

Korea Selatan dan Jepang tengah dihantam gelombang panas. Saking parahnya, kondisi tersebut sampai memicu banyaknya korban jiwa.

Sebanyak 12 orang di Korea Selatan meninggal dunia akibat gelombang panas. Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan, setidaknya lima dari mereka yang meninggal selama akhir pekan adalah petani.

Sekitar tujuh korban sengatan panas tersebut berusia di atas 70 tahun, dan beberapa di antaranya berusia 90-an.

Sementara di Jepang, seorang gadis berusia 13 tahun meninggal akibat sengatan panas. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di trotoar saat bersepeda pulang setelah menghadiri klub di sekolahnya pada Jumat (28/7/2023).

Dikutip dari The Guardian, gadis itu langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Tim medis meyakini bahwa gadis itu meninggal karena sengatan panas yang sangat ekstrem.

"Sekolah telah menangguhkan pertemuan klub satu jam lebih awal karena kekhawatiran tentang panas, dan mengatakan bahwa para siswa telah beristirahat setiap 20-25 menit untuk rehidrasi", lapor Mainichi.

Di tempat lain, pasangan lanjut usia ditemukan tewas di rumah mereka di Tokyo oleh petugas kesehatan. Sehingga sejak Jumat, korban tewas akibat sengatan panas tercatat sebanyak tiga orang.

Terkait pasangan lansia di Tokyo, polisi meyakini keduanya meninggal karena sengatan panas. Sebab, saat itu suhu di kota tersebut mencapai 35,7 derajat Celcius dan AC mereka tidak menyala.

Kematian di Jepang terjadi beberapa minggu setelah pemerintah menetapkan target untuk mengurangi separuh jumlah kematian terkait panas pada tahun 2030. Statistik dari kementerian kesehatan yang dilaporkan oleh Japan Times menunjukkan bahwa jumlah kematian terkait sengatan panas meningkat dari rata-rata 201 orang per tahun antara tahun 1995 dan 1999, menjadi rata-rata 1.295 dari tahun 2018 hingga 2022.

Menurut data tersebut, antara 80 dan 90 persen dari jumlah orang yang meninggal berusia di atas 65 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa orang tua lebih rentan terhadap gelombang panas.

Sebagai catatan, Jepang memiliki proporsi orang berusia 65 tahun ke atas tertinggi kedua di dunia, yang memiliki implikasi penting untuk adaptasi perubahan iklim.

Sedangkan di Korea Selatan, diperkirakan pada 2050 satu dari lima orang di sana diperkirakan berusia lebih dari 65 tahun. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Lancet, pada 2050, sebanyak 44 persen warga Korea Selatan mungkin berusia di atas 65 tahun, dan menjadikannya rumah bagi 'populasi yang sangat menua'.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Korsel dan Jepang Dihantam Gelombang Panas, Banyak Korban Meninggal Dunia"