Hagia Sophia

05 May 2024

Kemenkes: Ada Perbedaan Gejala DBD Bagi yang Pernah Idap COVID-19

Ilustrasi nyamuk aedes aegypti. (Foto: Getty Images/iStockphoto/PongMoji)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut ada sedikit perbedaan gejala demam berdarah dengue (DBD) pada seseorang yang pernah mengidap COVID-19. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Imran Pambudi menuturkan hal tersebut dipengaruhi oleh reaksi imunologi.

"Memang ada beberapa laporan yang menunjukkan ada perubahan gejala DBD setelah pandemi COVID-19. Hal ini memang terkait perubahan reaksi imunologi yang terjadi pada tubuh seseorang yang pernah terinfeksi COVID-19," katanya dikutip dari Antara, Sabtu (4/5/2024).

Imran menuturkan gejala klasik DBD seperti bintik merah dan mimisan usai digigit nyamuk aedes aegypti tidak selalu muncul usai pandemi COVID-19. Gejala klasik lain yang umumnya dapat muncul seperti munculnya bintik merah pada hari ketiga dan berlangsung selama dua hingga tiga hari berikutnya.

Imran menambahkan gejala baru DBD lainnya yang dapat muncul seperti demam yang tidak kunjung reda. Umumnya, demam 'hanya' terjadi dalam waktu empat sampai 10 hari setelah digigit nyamuk.

Ia menuturkan proses deteksi DBD di Indonesia pada saat ini sudah lebih maju. Salah satu alat yang digunakan adalah rapid antigen (NS1).

"Sehingga kita tidak menunggu gejala-gejala klasik itu muncul yang kadang malah membuat keterlambatan penanganan. Bila ada demam tinggi disertai nyeri-nyeri badan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk dicek menggunakan NS1," tandasnya.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan melaporkan kenaikan kasus DBD di Indonesia pada minggu-17 tahun 2024. Jumlah kasusnya bahkan meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Berdasarkan data terakhir kasus DBD menyentuh angka 88.593 kasus pada tahun ini, sedangkan pada tahun lalu kasus DBD berada di angka 28.579. Angka kematian total hingga saat ini mencapai 621 jiwa, meningkat cukup jauh dibandingkan tahun 2023 dengan 209 kasus dalam periode yang sama.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Sebut Ada Perubahan Gejala DBD pada 'Alumni' COVID-19"