Hagia Sophia

15 April 2026

Kemenkes Ingatkan Peningkatan Risiko Penyakit Akibat Perubahan Cuaca

Foto: Ari Saputra/detikFoto

Fenomena El Nino ekstrem yang kerap dijuluki 'Godzilla' diprediksi akan berdampak luas di Indonesia, tidak hanya pada sektor lingkungan dan pangan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan adanya peningkatan risiko penyakit akibat perubahan kondisi cuaca yang signifikan.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan El Nino yang memicu musim kemarau panjang dengan curah hujan rendah menyebabkan menurunnya proses rain washing. Kondisi ini membuat polutan udara tidak tersapu hujan dan justru terakumulasi di atmosfer.

"Udara menjadi stagnan, diperparah lapisan inversi dan angin lemah. Risiko kebakaran hutan dan lahan juga meningkat, sehingga menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung pada kesehatan," beber dia kepada detikcom Senin (13/4/2026).

Selain kualitas udara yang memburuk, peningkatan suhu dan perubahan lingkungan turut memicu berkembangnya penyakit tular vektor. Genangan air yang terbentuk selama periode tertentu menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Tak hanya itu, kualitas air dan sanitasi yang menurun selama kemarau panjang juga berpotensi memicu penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, tifoid, kolera, hingga leptospirosis.

Imbauan Kemenkes RI

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan menerapkan protokol kesehatan sebagai bentuk perlindungan diri selama periode El Nino, di antaranya:
  • Memantau kualitas udara melalui aplikasi atau situs resmi
  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi
  • Menutup ventilasi rumah, kantor, atau sekolah saat udara buruk
  • Menggunakan penjernih udara dalam ruangan
  • Menghindari paparan asap, termasuk rokok
  • Memakai masker saat kualitas udara memburuk
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  • Berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gangguan kesehatan, terutama pernapasan
Kekhawatiran terhadap dampak kesehatan juga diungkap Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Ia menilai musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih lama dan meningkatkan risiko wabah penyakit.

"Penyakit pertama yang akan kita hadapi apabila El Nino terjadi, yaitu DBD," kata Rano.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mengatasi tumpukan sampah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berencana mengintensifkan kerja bakti, termasuk normalisasi saluran air dan pembersihan lingkungan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Disorot Rano Karno, Seserius Ini Dampak El Nino 'Godzilla'! Kemenkes Beri Warning"