Hagia Sophia

26 May 2026

Tips Jaga Kesehatan Ginjal Agar Tetap Berfungsi Optimal

Foto ilustrasi: Getty Images/pepifoto

Ginjal merupakan organ kecil yang bekerja dalam menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini mengatur pH, kadar garam, dan kalium dalam tubuh.

Ginjal juga memproduksi hormon yang mengatur tekanan darah dan mengontrol produksi sel darah merah. Dengan demikian, menjaga ginjal sangatlah penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ketahui cara menjaga ginjal tetap sehat berikut ini.

Cara Simpel Menjaga Kesehatan Ginjal

Olahraga, mengelola kadar gula darah, hingga menerapkan pola makan yang sehat bisa membantu menjaga kesehatan ginjal.

1. Tetap Aktif
Tak hanya membantu menurunkan berat badan, olahraga teratur bisa menurunkan risiko penyakit ginjal kronis. Dikutip dari Healthline, aktivitas ini juga menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung. Keduanya penting untuk mencegah kerusakan ginjal.

Aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, bahkan menari sangat baik untuk kesehatan. Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH menuturkan, pemicu dari masalah gagal ginjal yang dialami anak muda adalah kebiasaan sedentary life.

"Misal ke toko dekat rumah saja pakai kendaraan ya, jadi kurangnya aktivitas fisik itu bisa mengganggu fungsi ginjal," ucap dr Pringgodigdo dalam konferensi pers Kemenkes beberapa waktu lalu.

2. Kelola Kadar Gula Darah
Pengidap diabetes atau kondisi yang menyebabkan kadar gula darah tinggi bisa mengalami kerusakan ginjal. Saat sel-sel tubuh tidak bisa menggunakan glukosa dalam darah, ginjal dipaksa bekerja ekstra keras untuk menyaring darah. Apabila terus menerus seperti ini selama bertahun-tahun, kerusakan ginjal yang mengancam jiwa bisa terjadi.

Jadi, penting untuk mengelola kadar gula darah untuk mengurangi risiko kerusakan. Spesialis penyakit dalam, dr Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD mengatakan, jika sudah terlanjur mengonsumsi banyak gula, penting untuk melakukan skrining kesehatan. Dengan mengetahui kadar gula darah, pola hidup yang sebelumnya mungkin tidak sehat bisa diubah.

"Kalau masalah gula harus ceklab, tentu saja. Tidak hanya gula sewaktu, jadi harus diagnosis untuk diabetes melitus itu, paling tidak ada gula darah puasa, atau namanya HbA1c, ya itu adalah rata kadargula darah2-3 bulan terakhir, dimana kita jadi tahu, 'oh saya ini aman gak sih?' Atau saya masuk ke prediabetes, atau saya sudah diabetes, seperti itu," kata dr Erpryta dalam acara detikcom Leaders Forum.

3. Pantau Berat Badan dan Konsumsi Makanan Seimbang
Orang yang mengalami obesitas berisiko terkena sejumlah kondisi kesehatan yang bisa merusak ginjal, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Pola makan seimbang yang rendah sodium, daging olahan, dan makanan lain yang merusak ginjal bisa membantu mengurangi risiko kerusakan ginjal. . Konsumsi bahan-bahan segar yang secara alami rendah sodium, seperti bluberry, ikan, biji-bijian utuh, dan lainnya.

Menurut dr Pringgodigdo, penting untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Masalah kesehatan seperti gagal ginjal bisa dicegah dengan pola hidup sehat hingga nutrisi yang baik.

"Diet seimbang banyak buah sayur sedikit lemak, lalu rendah garam," katanya.

4. Minum Air yang Cukup
Minum air secara teratur dan konsisten baik untuk ginjal. Air membantu membersihkan natrium dan racun dari ginjal sekaligus menurunkan risiko penyakit ginjal kronis.

Meski demikian kebutuhan cairan setiap orang berbeda tergantung berbagai faktor, seperti tingkat aktivitas fisik, iklim, kondisi kesehatan, dan usia.

Bagi orang dewasa, kebutuhan air yang perlu tercukupi yaitu sebanyak dua liter per hari. Tapi, konsumsi air mineral lebih dari jumlah tersebut juga tidak baik.

"Rata-rata orang dewasa dua liter (air mineral) cukup, kalau masih sehat biasanya dua liter cukup, karena bisa kalau kelebihan tidak bagus juga, bisa jadi tubuh terlalu banyak mengeluarkan cairan, jadi buang air kecil terus, dan yang baik kita harus menjaga keseimbangan," kata dr Pringgodigdo.

Untuk orang lanjut usia, yaitu di atas 60 tahun, dr Pringgodigdo menyarankan untuk mengonsumsi air mineral tidak kurang dan tidak lebih dari 1,5 liter per hari.

5. Pantau Tekanan Darah
Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Jika kondisi ini dibarengi dengan masalah kesehatan lain, seperti diabetes, penyakit jantung, atau kolesterol tinggi, dampaknya ke tubuh bisa sangat signifikan.

Tekanan darah normal adalah 120/80. Prahipertensi berada di antara angka tersebut dan 139/89. Perubahan gaya hidup dan pola makan bisa membantu menurunkan tekanan darah pada titik ini.

Direksi Bidang Kebijakan Penjaminan Manfaat BPJS Kesehatan Dr dr Ari Dwi Ayani MKM menyebut, total pembiayaan akibat hipertensi dan diabetes melitus mencapai Rp 35,3 triliun pada tahun 2024.

"Diabetes melitus dan hipertensi itu kan ibunya penyakit dia bisa kemana-mana, sehingga meningkat ke pembiayaan penyakit akibat jantung, gagal ginjal, stroke," bebernya saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

6. Batasi Penggunaan Obat Nyeri yang Dijual Bebas
Dikutip dari laman Harvard Health, dosis tinggi obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan memperburuk penyakit ginjal yang sudah ada. Jadi, ikuti petunjuk dosis dengan cermat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tak Perlu Mahal, Ini 6 Tips Mudah Menjaga Ginjal Agar Tetap Berfungsi Optimal"