Hagia Sophia

06 June 2026

Wanita Ini Sudah 23 Tahun Susah BAB, Ususnya 'Pindah' Tempat

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sewcream)

Seorang wanita asal Taiwan bernama Yuanxi, mengeluh sembelit parah atau susah buang air besar (BAB) selama 23 tahun. Dari hasil pemeriksaan rontgen, ditemukan bahwa usus wanita tersebut 'berpindah tempat'.

Kisah ini awalnya diunggah melalui platform media sosial Taiwan, Dcard, pada tahun 2021. Namun, belakangan ini utas tersebut kembali viral dan ramai didiskusikan oleh netizen di media sosial.

Hasil Rontgen Mengerikan

Dikutip dari media lokal Taiwan SETN, pemeriksaan X-ray dilakukan karena Yuanxi sudah tidak tahan lagi dengan penderitaan menahun.

Dokter menemukan bahwa dia mengalami kondisi ekstrem, posisi usus besarnya (colon) telah berpindah dan memanjang drastis melesat ke atas melewati batas normal perut, bahkan hampir mencapai rongga dada di dekat jantungnya.

Penumpukan feses selama puluhan tahun juga membuat bagian akhir dari usus besarnya kehilangan kerutan-kerutan alami akibat terus-menerus meregang untuk menampung kotoran.

Yuanxi bahkan memiliki 'rekor pribadi' yakni 17 hari tanpa BAB. Dia sudah mengunjungi banyak dokter sejak kecil, namun saran dari mereka hanya sekadar minum lebih banyak air dan konsumsi sayuran.

Kondisi usus Yuanxi dari pemeriksaan rontgen atau X-ray (Foto: Tangkapan Layar Media Sosial Dcord)

Usaha Agar Bisa BAB

Sedari kecil, Yuanxi telah mencoba berbagai cara agar bisa BAB dengan aman dan nyaman, termasuk mengonsumsi makanan tinggi serat, air, dan enzim tertentu seperti pepaya.

Selain itu, dirinya juga juga mengonsumsi makanan bertekstur lunak, minum banyak air, dan makan sayur buah dalam jumlah banyak. Namun, tetap saja BAB-nya tidak lancar.

Bahkan, setiap kali ingin BAB, ia mesti jongkok hingga satu sampai dua jam lamanya.

"Saya bahkan pernah menghabiskan tujuh buah pepaya berukuran besar dan dua buah naga besar dalam waktu satu minggu. Hasilnya? Tetap tidak bisa buang air besar," ungkap wanita tersebut dalam unggahannya.

Disarankan Operasi

Berdasarkan laporan media-media lokal Taiwan pada tahun 2021 lalu, tim dokter menyatakan bahwa satu-satunya solusi permanen untuk menyembuhkan kondisinya adalah melalui tindakan operasi besar berupa pengangkatan seluruh usus besar (colectomy).

Meskipun dokter memberikan secercah kabar baik bahwa ususnya belum sampai menyentuh atau mengganggu fungsi jantung, wanita tersebut mengaku sangat ketakutan saat itu.

Ia merasa bimbang untuk naik ke meja operasi karena mengkhawatirkan adanya risiko komplikasi jangka panjang pasca-pembedahan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wanita Ini Mengeluh 23 Tahun Susah BAB, Posisi Ususnya Nggak Normal"