Hagia Sophia

15 March 2023

Akibat Polusi Udara, Satu Juta Lebih Warga Thailand Terkena Penyakit Ini

Sekitar 1,32 juta warga Thailand mengidap berbagai penyakit akibat polusi udara parah yang melingkupi negara tersebut sejak awal tahun. (Foto: Getty Images)

Sekitar 1,32 juta warga Thailand mengalami berbagai penyakit akibat polusi udara yang sangat buruk di negara tersebut sejak awal tahun ini.

Menurut laporan Sekretaris Tetap Kesehatan Masyarakat Thailand, Opart Karnkawinpong, sebanyak 582.238 kasus penyakit pernapasan terjadi selama awal Januari hingga 5 Maret.

Bahkan, Thailand juga mencatat 267.161 kasus infeksi kulit, 242.805 infeksi mata, dan 208.880 kasus stroke dalam kurun waktu tersebut.

"Minggu ini saja sudah ada 196.311 kasus penyakit akibat polusi udara," kata Opart minggu lalu, dikutip Rabu (15/3/2023).

Adapun penyakit-penyakit tersebut terjadi terutama karena polusi udara yang sangat buruk akibat debu dengan materi partikulat (PM) hingga 2,5. Selain itu, disebabkan juga oleh asap dari kebakaran hutan hingga pembakaran limbah.

Menurut Opart, PM2,5 itu muncul seiring dengan peningkatan perjalanan di tahun ini setelah pandemi COVID-19 tak lagi menghalangi aktivitas maupun mobilitas warga. PM2,5 sendiri merupakan partikel halus berukuran 2,5 mikron atau lebih kecil yang bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan masalah pada hidung, tenggorokan, dan mata.

Menurut laporan polusi udara dari Departemen Pengendalian Polusi Thailand, PM2,5 terdeteksi melebihi tingkat aman di negara itu, yakni 50 mikron, selama tiga hari berturut-turut di sejumlah wilayah.

Wilayah-wilayah tersebut di antaranya Chiang Mai, Chiang rai, Phrae, Phayao, Lamphun, Lampang, Mae Hong Son, Uttaradit, Sukhothai, Tai, Phitsanulok, Nan, Nonthaburi, Phetchabun, dan 50 distrik lainnya di Bangkok.

Sebanyak 36 provinsi lain juga dilaporkan mencatat lebih dari 50 mikron PM2,5, tapi tak berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

kepala Divisi Penyakit Pernafasan dan Tuberkulosis di Rumah Sakit Siriraj, Dr Nitipat Jiarakul, mengatakan bahwa bayi lahir dari ibu yang terpapar PM2.5 tingkat tinggi mungkin akan mengalami kondisi berat badan kurang, rentan terhadap penyakit, dan berisiko mengalami gangguan saat lahir, termasuk gangguan jantung cacat.

Terkait hal ini, pada Sabtu (11/3), Menteri Dalam Negeri Thailand Anupong Paojinda pun mengatakan kebijakan work from home (WFH) kemungkinan bakal diterapkan di Bangkok apabila tingkat polusi udara tak kunjung membaik.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Duh! 1,3 Juta Warga Thailand Kena Penyakit Ini gegara Polusi Udara"