Hagia Sophia

15 March 2023

Waspadai, Ini Bisa Jadi Tanda Kolesterol Tinggi

Mendadak Nyeri Perut dan Sering Mual? Hati-hati Bisa Jadi Gejala Kolesterol Tinggi (Foto: shutterstock)

Gejalanya yang tak terlihat jelas, membuat kolesterol tinggi kerap diabaikan oleh pengidapnya hingga berakhir parah. Dalam kasus parah, gejala kolesterol tinggi muncul akibat pembesaran hati dan limpa, menyebabkan nyeri hebat di area perut.

Trigliserida dan kolesterol adalah dua jenis lemak utama yang diandalkan tubuh untuk energi dan melindungi tubuh dari dingin. Lemak dan protein yang bersirkulasi dalam aliran darah ini membentuk lipoproteinnya sendiri, membantu membedakan kolesterol jahat dan baik.

Salah satunya adalah lipoprotein densitas rendah (LDL). Ini dikenal sebagai kolesterol jahat karena meningkatkan risiko serangan jantung.

"Idealnya, kadarnya harus kurang dari 130 mg/dl," tutur Mount Sinai Health System di Amerika Serikat, dilansir laman Express, Senin (14/3/2023).

Ketika ada terlalu banyak kolesterol dalam aliran darah, tubuh menjadi rentan untuk mengembangkan lebih banyak timbunan lemak di pembuluh darah. Akhirnya, endapan ini menempel pada dinding bagian dalam arteri dan mempersempit saluran, membatasi jumlah darah yang dapat ditampung oleh pembuluh.

"Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala, kecuali kondisinya sudah parah," ungkap Cedars-Sinai Medical Center di Amerika Serikat.

Dalam kasus seperti itu, timbunan lemak dapat terbentuk di tendon dan kulit. Timbunan lemak bahkan menyebabkan sakit perut yang parah akibat pembesaran hati atau limpa.

Pembengkakan atau nyeri perut tanpa sebab yang jelas dapat terjadi ketika pembuluh darah trigliserida mendekati atau melebihi 800 mg/dl. Tingkat tinggi ini juga dapat menyebabkan gejala seperti sakit perut hebat dan sering mual.

Sementara organ hati terkait dengan kolesterol karena bertanggung jawab untuk membuat dan membuang kelebihan kolesterol. Ketika mengonsumsi makanan yang tak sehat, kolesterol cenderung membuat lemak di sekitar hati. Kondisi ini mempengaruhi stadium kerusakan hati dan penyakit hati berlemak non alkohol (NAFDL).

National Health Service (NHS) di Inggris menyatakan bahwa kolesterol tinggi disebabkan oleh makan makanan berlemak, kurang olahraga, kelebihan berat badan, merokok, dan minum alkohol. Meskipun kondisi ini juga bisa terjadi akibat faktor genetik, kebanyakan orang dapat menurunkan kolesterol dengan makan sehat dan berolahraga lebih sering.

"Kolesterol tinggi sering kali tidak terdeteksi, tetapi jika tidak ditangani dapat berpotensi menyebabkan serangan jantung atau stroke," ujar Direktur Ilmiah di York Test, Amerika Serikat, dr Gill Hart.

Mereka yang berusia antara 20 hingga 30 tahun kebanyakan tak menyadari bahwa masalah ini dapat memengaruhi mereka.

Untuk mengetahui kadar kolesterol seseorang berada dalam kisaran yang sehat atau tidak, dokter perlu melakukan tes darah yang disebut profil lipid. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan orang dewasa yang sehat untuk memeriksakan kolesterol setiap empat hingga enam tahun. Namun, mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau diabetes disarankan untuk memeriksakan kadarnya secara lebih teratur.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mendadak Nyeri Perut dan Sering Mual? Hati-hati Bisa Jadi Gejala Kolesterol Tinggi"