Hagia Sophia

30 April 2023

Adakah Kaitan Antara Seks Oral dan Kanker Tenggorokan?

Foto: thinkstock

Penyakit kanker tenggorokan di Amerika Serikat dan Inggris disebabkan aktivitas seks oral. Paar menyoroti tingginya risiko kanker dari aktivitas bergonta-ganti pasangan seks. Memang apa kaitannya seks dengan kanker?

Profesor di Institute of Cancer and Genomic Sciences di University of Birmingham, Hisham Mehanna, kasus tersebut berkaitan dengan penularan human papillomavirus (HPV) yakni virus yang sama pemicu kanker serviks pada wanita.

"Untuk kanker orofaringeal, faktor risiko utamanya adalah jumlah pasangan seksual seumur hidup, terutama seks oral," jelas Mehanna, dikutip dari New York Post, Sabtu (29/4/2023).

American Cancer Society mencatat, kasus kanker orofaring terkait HPV, sejenis kanker tenggorokan, meningkat setiap tahun sebesar 1,3 persen pada wanita dan 2,8 persen pada pria dari 2015 hingga 2019. Kemudian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) memperkirakan, 70 persen kanker orofaringeal yang mempengaruhi amandel, pangkal lidah, dan belakang tenggorokan disebabkan oleh infeksi HPV di AS.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa banyak pasangan seksual dapat meningkatkan risiko terkena HPV dan. Jika sudah terjadi demikian, besar risiko terjadi kanker mulut atau tenggorokan.

Pada 2021, para peneliti menemukan bahwa orang dengan 10 atau lebih pasangan seks oral memiliki risiko terkena kanker mulut dan tenggorokan terkait HPV sebesar lebih dari empat kali lebih besar dibandingkan orang dengan jumlah pasangan seks lebih sedikit.

HPV adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang paling umum, mempengaruhi sekitar 42 juta orang Amerika. Menurut CDC, hampir semua pria dan wanita yang aktif secara seksual pernah memiliki virus tersebut selama hidup.

Biasanya, virus ini tidak berbahaya dan bisa bersih tanpa komplikasi. Namun pada beberapa kasus, virus ini dapat menyebabkan kanker serviks atau orofaringeal.

"Namun, sejumlah kecil orang tidak dapat menghilangkan infeksi, mungkin karena cacat pada aspek tertentu dari sistem kekebalan mereka," jelas Mehanna lebih lanjut.

"Pada pasien tersebut, virus dapat bereplikasi terus menerus, dan seiring waktu berintegrasi pada posisi acak ke dalam DNA inang, beberapa di antaranya dapat menyebabkan sel inang menjadi kanker," pungkasnya.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kasusnya Merebak di AS, Kenapa Seks Oral Bisa Bikin Kanker Tenggorokan?"