Hagia Sophia

26 April 2023

Karena Obat Disebut Tidak Efektif, Dokter di Lampung Dianiaya

Heboh dokter dikeroyok lantaran obat disebut tak ngefek. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Kiwis)

Viral video dokter jaga puskesmas dianiaya pasien lantaran obat yang diberikan disebut tidak efektif. Insiden ini terjadi di Puskesmas Pajar Bulan, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat.

Kasatreskrim Polres Lampung Barat Iptu Juherdi belakangan mengonfirmasi kejadian tersebut. Awal mula cekcok terjadi saat pasien datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri ulu hati, lalu dokter jaga memberikan obat tersebut sesuai keluhan pasien dengan SOP puskesmas, tetapi yang bersangkutan mengaku masih merasa nyeri.

"Korban juga menjelaskan jika sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya bisa ke IGD rumah sakit terdekat yaitu mengingat pihaknya sudah memberikan obat sesuai keluhan pasien," kata Juherdi, Selasa (25/4/2023).

Setelah dokter memberikan pemahaman terkait obat yang diberikan, pasien tetap merasa tak terima dan langsung menyeret, mencekik, hingga membanting korban ke lantai.

Kemenkes Turun Tangan

Kemenkes bakal mendampingi proses hukum dokter yang ternyata diketahui sedang menjalani program internship atau magang. Menyikapi penganiayaan yang terjadi, pihaknya juga meminta perlindungan langsung dari kepala daerah di Provinsi Lampung untuk menjamin keamanan dan keselamatan para dokter agar kasus semacam ini tak berulang.

"Dalam memberikan keterangan ke kepolisian, dua dokter ini akan kita dampingi. Kemenkes juga akan mengawal proses hukum terkait kasus ini," kata Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes, drg Arianti Anaya dalam keterangan resmi yang diterima detikcom Rabu (25/4/2023).

"Untuk keamanan, kedua dokter ini sementara akan ditempatkan di RSUD setempat yang memiliki keamanan yang lebih baik," tuturnya.

Kemenkes berkoordinasi bersama pimpinan Dinkes Lampung Barat pasca insiden terjadi.

Kronologi Menurut Kemenkes

Diketahui, insiden terjadi pada Senin (24/4) saat pasien yang juga pelaku berinisial HW datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri ulu hati, kemudian korban memberikan obat sesuai keluhan dan SOP Puskesmas.

Pasien masih mengeluh sakit pada bagian ulu hatinya usai diberikan obat. Dokter sekaligus korban pun sudah menjelaskan jika pasien masih dalam tahap observasi dan menunggu efek obatnya bekerja.

Korban juga menjelaskan jika sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya bisa ke IGD rumah sakit terdekat, mengingat pihaknya sudah memberikan obat sesuai keluhan pasien.

Setelah itu pelaku lainnya MH berbicara dengan nada tinggi dan marah hingga berujung pengeroyokan.

"Kami meminta seluruh kepala daerah di Indonesia agar memberikan perlindungan bagi dokter dan dokter gigi yang saat ini sedang melakukan program magang di daerah mereka agar kejadian di Lampung Barat ini tidak lagi terjadi di tempat lain," tutup Arianti.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Dokter di Lampung Dianiaya gegara Obat Tak Ngefek, Kemenkes Turun Tangan"