Hagia Sophia

30 July 2023

Ini Tarif LRT Jabodebek yang Akan Diberlakukan Segera

Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Kementerian Perhubungan sudah menetapkan tarif LRT Jabodebek secara resmi. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023.

Dalam aturan itu, tarif LRT Jabodebek ditetapkan minimal sebesar Rp 5.000 untuk 1 kilometer pertama dan akan dikenakan Rp 700 per kilometer berikutnya. Dengan formulasinya itu untuk rute paling jauh LRT Jabodebek, ongkosnya berada di rentang Rp 20 ribuan.

Rincinya, bila disimulasikan, tarif maksimal untuk LRT Jabodebek dipatok sekitar Rp 25.000 (angka dibulatkan). Itu dihitung dari lintasan terjauh dari arah Bekasi ke Dukuh Atas yang panjangnya mencapai 29,54 kilometer. Sementara itu kalau dari arah Cibubur tarifnya bisa sebesar Rp 22.000-an dengan panjang 25,94 kilometer.

Ongkos segitu besar worth it nggak sih buat masyarakat?

Menurut Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang tarif LRT Jabodebek sudah sangat pas. Dia bilang, jika dibandingkan dengan moda transportasi yang ada, dalam hal ini bus premium dari arah Cibubur atau Bekasi harganya juga di rentang Rp 20 ribuan.

Malah menurutnya dengan harga yang tidak jauh berbeda LRT Jabodebek punya kelebihan kecepatan waktu tempuh. Biasanya, bus bisa memakan waktu 1-2 jam, LRT Jabodebek 30-40 menitan sudah sampai di Jakarta.

"Tarif LRT Rp 20.000-an untuk jarak terjauh ke Bekasi Timur dan Cibubur tetap worth it. Karena, tarif bus premium itu juga Rp 20.000-an. Cuma kalau bus waktu tempuh 1,5-2 jam, sementara LRT hanya 30-an menit. Jadi memang tarif LRT menjual waktu travel time yang singkat dibandingkan dengan angkutan bus," ungkap Deddy kepada detikcom, Rabu (19/7/2023).

Perlu Tarif Promo

Deddy juga bilang perlu 'strategi marketing' agar LRT Jabodebek bisa ramai digunakan masyarakat, caranya adalah memberikan tarif promo. Dia menyarankan ada diskon 50% untuk tarif terjauh dalam waktu-waktu tertentu.

"Saran saya harus diingat LRT Jabodebek ini adalah moda baru sehingga tidak bisa dibanderol langsung Rp 20.000, perlu juga dengan strategi marketing dijual diskon tarif 50% atau Rp 10.000 terjauh," saran Deddy.

Setidaknya sampai terlihat penumpang LRT Jabodebek sudah terbentuk pasarnya, baru lah diberikan tarif secara reguler. "Bila nanti demand penumpang LRT sudah terbentuk silakan bisa dijual terjauh Rp 20.000," ujarnya.

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno juga mengungkapkan promo bisa jadi opsi agar LRT Jabodebek bisa dilirik masyarakat terlebih dahulu. Dia mencontohkan moda transportasi kereta bandara, moda itu sempat sepi ketika harganya reguler, saat sudah diberikan promo baru moda itu ramai.

"Ya trik seperti itu bisa diterapkan. Seperti kereta bandara saja misalnya, sekarang dikasih promosi jadi ramai kan yang pakai, dulu kan sepi. LRT bisa saja pakai cara itu juga," kata Djoko ketika berbincang dengan detikcom.

Djoko sendiri menilai tarif LRT Jabodebek sebetulnya masih kurang murah. Menurutnya, sebagai barang baru tarif LRT Jabodebek seharusnya bisa lebih murah lagi.

"Tarif segitu sebenarnya pas kalau untuk melihat segmentasi pasar menengah ke atas, cuma ini kan barang baru, lebih baik untuk pengenalan harganya bisa lebih murah," ungkap Djoko.

Djoko melanjutkan lebih baik tarif LRT Jabodebek bisa lebih murah lagi, penyesuaian seharusnya bisa dilakukan pada tarif setiap kilometer yang saat ini di rentang Rp 700 per kilometer bisa dibuat lebih murah.

"Jadi ya dikasih murah aja dulu, kalau penumpang sudah terbentuk, pelan-pelan naik. Pengenalan ini perlu," kata Djoko.

Di sisi lain, Djoko tetap memberikan apresiasi dengan penetapan tarif yang sudah ada, meskipun dia menyarankan tarif dibuat lebih murah. Pasalnya, dengan tarif yang ada sekarang dapat membuat orang-orang yang membawa mobil dari arah Cibubur dan Bekasi bisa sedikit berkurang.

"Dia kalau naik mobil kan banyak biayanya, bensin, tol, parkir, hitungannya tuh bisa Rp 75-100 ribu per hari. Kalau LRT bisa lebih murah, paling Rp 40-50 ribuan kalau naik LRT," beber Djoko.



























Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul "Tarif LRT Jabodebek Maksimal Rp 20 Ribuan, Worth It Nggak Sih?"