![]() |
| Ilustrasi warga pakai masker (Foto: Muhammad Farrel/detikfoto) |
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan puncak kasus influenza A(H3N2) subclade K atau yang belakangan dikenal sebagai 'super flu' di Indonesia telah terlewati. Berdasarkan pemantauan nasional, lonjakan kasus tertinggi terjadi pada minggu ke-40 pada 2025 dan terus menunjukkan tren penurunan sejak minggu ke-44.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr Prima Yosephine, menjelaskan hingga kini situasi penularan semakin terkendali. Bahkan, sejak minggu ke-52 tahun 2025 tidak ditemukan lagi penambahan kasus baru influenza A (H3N2) subclade K.
"Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan sejak minggu ke-44 terus menurun. Mulai minggu ke-52, tidak ada lagi penambahan penemuan kasus A(H3N2) subclade K," ujar dr Prima dalam keterangannya.
Kemenkes menegaskan, sebagian besar pasien influenza, termasuk yang terinfeksi subclade K, mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Adapun kasus dengan gejala berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta atau komorbid.
Kematian Pasien Super Flu
Terkait laporan kematian pada pasien influenza, dr Prima menjelaskan bahwa hal tersebut umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar. Pada kelompok risiko tinggi, infeksi virus atau bakteri dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sebelumnya sudah tidak stabil.
"Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid," jelasnya.
Untuk memastikan situasi tetap terkendali, Kemenkes terus menjalankan surveilans influenza di berbagai fasilitas kesehatan, rumah sakit, serta pintu masuk negara. Upaya ini mencakup pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus guna memantau kemungkinan adanya perubahan signifikan pada karakter virus.
Meski tren kasus menurun, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Masyarakat diminta terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat.
Selain itu, vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko tinggi, juga dianjurkan sebagai salah satu langkah pencegahan untuk menekan risiko sakit berat dan komplikasi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pastikan 'Super Flu' Sudah Lewati Puncak, Kemenkes Bicara Kasus Kematian"
