Hagia Sophia

25 February 2026

Mungkinkah Ada Lonjakan Kasus Campak di Indonesia?

Foto: iStock

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI buka suara terkait laporan otoritas kesehatan Australia yang menemukan satu kasus campak dengan riwayat perjalanan dari Indonesia.

Notifikasi resmi tersebut diterima melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) dari Australia IHR National Focal Point dan telah diverifikasi serta ditindaklanjuti oleh Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes.

Perjalanan Jakarta hingga Perth

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman menyebut kasus campak terjadi pada perempuan usia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada 2009 dan 2012. Menurutnya, yang bersangkutan melakukan perjalanan rute Jakarta hingga Perth pada 7 hingga 8 Februari 2026.

Gejala ruam muncul pada 8 Februari setibanya di Perth. Hasil pemeriksaan PCR kemudian dinyatakan positif campak. Hingga kini dilaporkan satu kasus tanpa catatan kematian.

Otoritas Australia disebut Aji masih melakukan penelusuran lanjutan dan belum menyampaikan informasi tambahan secara rinci.

Koordinasi Lintas Negara dan WHO

Aji menyatakan koordinasi lintas negara telah dilakukan melalui mekanisme IHR antara Indonesia dan Australia. Pemerintah juga berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) Indonesia untuk memastikan respons sesuai standar internasional.

Di dalam negeri, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan penyelidikan epidemiologi serta penguatan surveilans sesuai standar operasional penanganan campak nasional.

"Hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus tambahan yang berkaitan," demikian jelas Aji saat dihubungi detikcom Minggu (22/2/2026).

Meski begitu, surveilans tetap diperketat untuk mendeteksi kemungkinan kasus suspek tambahan.

Mungkinkah ada lonjakan kasus campak di Indonesia?

Kemenkes menegaskan campak masih ditemukan di berbagai negara dan bersifat sangat menular.

Data campak secara nasional pada 2025 tercatat 9.760 kasus campak terkonfirmasi. Sementara hingga Februari 2026, dilaporkan sebanyak 269 kasus. Pemerintah menyebut hingga kini belum ada penetapan kejadian luar biasa (KLB) campak secara nasional.

Pemantauan dilakukan melalui sistem surveilans aktif di seluruh daerah.

Meski begitu, Aji mengimbau masyarakat memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal, terutama bagi pelaku perjalanan internasional.

Masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Bagi yang terkonfirmasi campak, dianjurkan membatasi kontak dengan orang lain guna mencegah penularan lebih luas.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ramai Australia Dapat Kasus Impor Campak dari RI, Ada Lonjakan? Kemenkes Bilang Gini"