![]() |
| Kepala BPOM Taruna Ikrar. (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth) |
Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di dalam negeri, termasuk obat-obatan. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menyebut bahwa situasi global ini menjadi sorotan serius mengingat Indonesia masih bergantung pada impor untuk sediaan obat tertentu.
Taruna mengungkapkan bahwa situasi yang kian memanas di wilayah tersebut berpotensi berdampak langsung pada beban biaya obat impor yang masuk ke pasar domestik.
"Kemudian daripada obat kita masih banyak impor, dari konflik di Timur Tengah, itu pasti berdampak," ungkap Taruna Ikrar saat ditemui awak media di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Pihaknya mengakui bahwa salah satu risiko yang paling nyata adalah fluktuasi harga yang bisa membebani masyarakat.
"Ya kekhawatirannya kita berdampak pada harga obat khususnya," sambungnya.
BPOM Jamin Stok Tetap Aman
Meski ada risiko kenaikan harga, Taruna menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik soal ketersediaan barang. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan bersama para produsen dan perusahaan farmasi besar, stok obat-obatan di dalam negeri saat ini masih berada dalam kategori mencukupi.
"Karena kita menganggap ketahanan obat dan pangan ini bagian dari ketahanan nasional, kita beruntung karena beberapa tahun lalu kita sudah menyiapkan, menurut hitungan-hitungan kita yang tersedia dari perusahaan-perusahaan besar farmasi, kita masih punya kecukupan," jelas Taruna.
Langkah antisipasi yang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu diklaim mampu menjaga stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian kondisi global. Taruna meyakinkan bahwa untuk saat ini, kelangkaan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan.
Sebagai bagian dari ketahanan nasional, BPOM akan terus memantau pergerakan harga dan memastikan rantai pasok obat maupun pangan tetap terjaga di tengah situasi internasional yang dinamis.
"Jadi isu obat, kita tidak akan mengalami kelangkaan obat, termasuk makanan," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Timur Tengah Memanas, Kepala BPOM Khawatir Harga Obat di RI Ikut Melonjak"
