Hagia Sophia

24 May 2026

Kisah Wanita yang Alami Kerusakan Organ Parah Saat Liburan

Foto ilustrasi: Getty Images/Pornpak Khunatorn

Seorang wanita berusia 28 tahun asal India awalnya hanya ingin menikmati waktu santai bersama suaminya di Thailand. Pasangan tersebut memutuskan berlibur untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Mereka tidak memiliki banyak rencana selama perjalanan, hanya ingin istirahat dari kesibukan. Tetapi, kondisi tidak terduga mulai muncul.

Di suatu sore saat berada di pantai, wanita tersebut mendadak merasa sangat kelelahan. Tak lama, muncul mual disertai demam ringan.

Awalnya, wanita tersebut mengira itu karena kelelahan biasa. Ia pun kembali ke hotel untuk beristirahat agar tubuhnya kembali membaik.

Namun, keesokan harinya kondisi wanita tersebut semakin memburuk. Tekanan darahnya turun sangat rendah, tubuhnya sulit digerakkan, hingga mengalami kesulitan bernapas.

Harus Masuk Ruang ICU

Sang suami mulai menyadari kondisi tersebut bukan sekadar kelelahan biasa. Ia segera membawa istrinya pulang ke India dan langsung menuju UGD Rumah Sakit Manipal di Old Airport Road, Bangalore.

Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh, dokter menemukan wanita tersebut mengidap hepatitis A. Sayangnya, infeksi tersebut membuat fungsi hati atau liver yang mulai menurun dan memicu komplikasi serius ke organ-organ lain.

Melihat kondisinya yang semakin parah, wanita tersebut dipindahkan ke ruang Intensive Care Unit (ICU) dan dipasang ventilator.

"Meskipun kami telah berupaya menstabilkan kondisinya, tekanan darahnya tetap tidak terkontrol dengan baik, sehingga kami terpaksa menggunakan obat-obatan kuat, termasuk inotropik, untuk membantu menjaga sirkulasi dan mendukung fungsi organ vital," jelas Konsultan Nefrologi dan Transplantasi Rumah Sakit Manipal, Dr Mohammed Fahad Khan.

"Pada saat yang sama, ginjalnya mulai gagal berfungsi, menyebabkan cedera ginjal akut stadium 3, dan ia mulai menjalani terapi penggantian ginjal berkelanjutan (CRRT), bentuk dialisis khusus untuk pasien yang sakit kritis. Selain itu, ia mengalami anemia berat dan membutuhkan beberapa transfusi darah," lanjutnya, dikutip dari Times of India.

Mengalami Gagal Organ Total

Pasien disebut mengalami gagal organ total. Hatinya mulai kehilangan fungsi, ginjal berhenti bekerja, tekanan darah tidak stabil meski sudah diberikan obat kuat, hingga membutuhkan mesin bantu napas dan dialisis untuk menyaring darah.

Melihat kondisi kritis tersebut, Dr Fahad kemudian membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari dokter intensive care, gastroenterologi, hingga berbagai spesialis lain.

Dr Adarsh Kulkarni, Dr Sunil Karanth selaku Ketua dan Kepala Pengobatan Perawatan Intensif, serta Dr Raj Vigna Venugopal selaku Kepala Gastroenterologi Medis ikut menangani pasien tersebut secara intensif.

Mereka bekerja sepanjang waktu untuk menyelamatkan nyawanya. Perlahan, kondisi pasien mulai menunjukkan perbaikan.

Tekanan darahnya mulai stabil sehingga penggunaan obat inotropik bisa dikurangi hingga akhirnya dihentikan.

Kemampuan bernapasnya juga membaik dan ventilator berhasil dilepas. Fungsi ginjal dan hati pasien pun mulai pulih secara bertahap.

Sang suami yang sebelumnya terus menunggu dengan penuh kecemasan akhirnya mendapat kabar baik bahwa istrinya berhasil selamat. Kini, wanita tersebut sudah kembali bekerja dan menjalani kehidupan normal seperti sedia kala.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa kondisi yang awalnya tampak seperti kelelahan biasa saat liburan bisa berkembang menjadi masalah kesehatan serius bila diabaikan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nasib Pilu Wanita 28 Tahun Alami Kerusakan Organ Parah saat Liburan"