![]() |
| Sarden termasuk ultra processed food atau tidak? Foto: iStock |
Istilah ultra-processed food (UPF) belakangan ramai dibahas di media sosial. Banyak orang mulai lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, termasuk mempertanyakan apakah makanan kemasan dan kalengan otomatis tergolong tidak sehat.
Di tengah tren tersebut, sarden kalengan ikut menjadi perbincangan setelah muncul klaim dari seorang influencer bahwa makanan ini belum tentu termasuk UPF. Hal itu membuat banyak orang terkejut karena selama ini mengira makanan kalengan adalah produk industri yang identik dengan UPF.
Apa Itu UPF?
Sebelum menjawabnya, penting untuk mengetahui bahwa UPF atau ultra-processed food merupakan istilah dalam klasifikasi NOVA. Sistem yang dikembangkan oleh para ilmuwan dari University of Sao Paulo di Brazil ini mengelompokkan makanan berdasarkan tingkat pemrosesannya.
Dalam klasifikasi NOVA, makanan dibagi menjadi empat kelompok:
- Unprocessed or Minimally Processed Foods. Contohnya buah, sayur, telur, susu, ikan segar, dan kacang-kacangan.
- Processed Culinary Ingredients. Seperti gula, garam, mentega, dan minyak yang digunakan untuk memasak.
- Processed Foods. Makanan yang dibuat dengan menambahkan garam, gula, atau minyak untuk memperpanjang daya simpan atau meningkatkan rasa. Contohnya ikan kalengan, keju, atau roti sederhana.
- Ultra-Processed Foods (UPF). Produk formulasi industri yang umumnya mengandung banyak bahan tambahan seperti perisa, pewarna, pemanis, emulsifier, dan bahan aditif lain. Contohnya minuman manis kemasan, snack, mi instan tertentu, dan makanan siap santap tertentu.
Secara umum, UPF dimaknai sebagai produk makanan hasil formulasi industri yang biasanya mengandung banyak bahan tambahan, seperti perisa, pewarna, pemanis, emulsifier, hingga pengawet tertentu. Contoh yang sering masuk kategori ini antara lain minuman manis kemasan, snack tinggi gula atau garam, hingga produk siap santap tertentu.
Namun, penting diingat bahwa tidak semua makanan olahan otomatis termasuk UPF.
Kenapa Sarden Kalengan Jadi Perdebatan?
Ramainya diskusi soal sarden kalengan bermula dari anggapan sebagian awam bahwa semua makanan kemasan atau kalengan pasti tergolong UPF. Proses pengalengan sendiri sebenarnya merupakan metode pengawetan makanan agar lebih tahan lama dan aman dikonsumsi.
Pada banyak produk sarden kalengan, komposisinya juga relatif sederhana, misalnya hanya terdiri dari ikan sarden, saus tomat atau minyak, serta garam. Karena itu, beberapa produk sarden kalengan lebih tepat dikategorikan sebagai processed food atau makanan olahan, atau kategori 3 dalam klasifikasi NOVA, dan bukan otomatis UPF.
Jadi, Sarden Kalengan Termasuk UPF atau Tidak?
Jawabannya tidak bisa disamaratakan. Tidak semua sarden kalengan otomatis tergolong UPF. Klasifikasinya dapat berbeda tergantung komposisi dan tingkat pengolahannya. Produk dengan bahan yang sederhana dan minim tambahan umumnya dipandang berbeda dibanding produk yang mengandung banyak zat aditif, perisa tambahan, atau formulasi industri yang lebih kompleks.
Lain lagi jika bicara soal sehat dan tidak sehat, karena hal itu tak cuma berhubungan dengan pemrosesan. Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, menjelaskan bahwa makanan kalengan tidak otomatis berarti tidak sehat.
"Yang tidak menyehatkan itu kandungan gula, garam, lemaknya, atau apakah ada bahan tambahannya," ujarnya, ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).
Ia juga menekankan bahwa konsumen sebaiknya melihat label komposisi dan informasi nilai gizi, bukan hanya menilai dari bentuk makanannya.
"Tolong lihat kandungan garamnya. Kandungan lemaknya. Karena formulasi sardin juga ada yang sardin in brine, berarti garam. Ada sardin in oil, berarti lemak," katanya.
Menurutnya, penilaian makanan sebaiknya dilakukan berdasarkan kandungan gizinya dan kecocokan dengan kebutuhan masing-masing individu, bukan semata karena makanan tersebut diproses atau dikemas dalam kaleng.
Apakah Sarden Kalengan Tetap Bisa Jadi Pilihan?
Sarden kalengan masih dapat menjadi pilihan makanan praktis bagi sebagian orang. Selain mudah disimpan, sarden juga mengandung protein dan omega-3 yang bermanfaat bagi tubuh.
Meski begitu, konsumen tetap disarankan memperhatikan label nutrisi dan komposisi produk, terutama kandungan garam atau sodium yang pada beberapa produk bisa cukup tinggi.
Para ahli juga mengingatkan bahwa pola makan secara keseluruhan tetap lebih penting dibanding hanya berfokus pada satu jenis makanan tertentu. Karena itu, makanan olahan tidak selalu harus dianggap buruk, selama dikonsumsi secara seimbang dan sesuai kebutuhan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sarden Kalengan Termasuk UPF atau Bukan? Debat Viral Ini Bikin Suara Netizen Terbelah"
