Hagia Sophia

03 June 2026

BB Donald Trump Naik, Dokter Suruh Diet dan Olahraga

Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Gedung Putih resmi merilis hasil pemeriksaan fisik tahunan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Tim kesehatan mengungkapkan hasilnya Trump dalam kondisi baik dan sehat.

Namun, dokter tetap memberikan catatan khusus. Trump dianjurkan untuk memperbaiki pola hidupnya, termasuk mewajibkan untuk diet.

Dokter Gedung Putih, Dr Sean Barbabella, mengonfirmasi bahwa fungsi organ vital Trump masih sangat prima untuk memimpin negara di usianya yang tak lagi muda.

"Presiden Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menunjukkan fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik secara keseluruhan yang kuat," tulis Dr Barbabella dalam surat resmi Gedung Putih, dikutip dari CNN, Sabtu (30/5/2026).

"Kinerja kognitif dan fisik sangat baik. Ia sepenuhnya layak untuk menjalankan semua tugas Panglima Tertinggi dan Kepala Negara," lanjutnya.

Alami Kenaikan Berat Badan

Meski Trump dinyatakan sehat, Dr Barbabella tetap memberikan semacam 'konseling pencegahan' yang cukup ketat selama pemeriksaan medis di Walter Reed National Military Medical Center.

Trump secara khusus diberikan panduan terkait diet, peningkatan aktivitas fisik, hingga rekomendasi untuk menurunkan berat badan.

Berdasarkan catatan medis terbaru, Trump memiliki tinggi badan sekitar 190 cm dengan berat badan mencapai sekitar 107,9 kg.

Angka ini menunjukkan kenaikan berat badan yang cukup signifikan, dibandingkan hasil pemeriksaan sebelumnya. Pada April 2025, berat badan Trump masih sekitar 101,6 kg.

Selain masalah berat badan, laporan medis juga menyoroti kondisi kaki dan pergelangan kaki Trump yang sempat membengkak. Pihak Gedung Putih menjelaskan kondisi ini dipicu oleh insufisiensi vena kronis.

Itu merupakan sebuah gangguan pada katup pembuluh darah yang membuat darah mengumpul di area kaki. Trump sempat disarankan memakai kaus kaki kompresi untuk meredakannya, tetapi ia merasa tidak nyaman.

"Terdapat sedikit pembengkakan pada kaki bagian bawah, dengan perbaikan dibandingkan tahun lalu," tulis dokter kepresidenan.

Kebiasaan Konsumsi Aspirin Dosis Tinggi

Pemeriksaan fisik tersebut juga menguak fakta menarik soal kesehatan jantung Trump. Berdasarkan analisis elektrokardiogram (EKG) berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), usia jantung Trump terdeteksi jauh lebih muda daripada usia aslinya.

"Analisis elektrokardiogram (EKG) yang ditingkatkan AI memperkirakan usia jantungnya, sekitar 14 tahun lebih muda dari usia kronologisnya," ungkap laporan tersebut.

Trump juga berhasil meraih skor sempurna, yaitu 30 dari 30, dalam Tes Penilaian Kognitif Montreal untuk menyaring risiko demensia dini.

Namun, dokter pun menyoroti kebiasaan minum obat Trump. Sang presiden diketahui mengonsumsi aspirin dosis tinggi, yakni 325 mg, yang jauh di atas rekomendasi dokter untuk pencegahan yang biasanya hanya 81 mg per hari.

Dosis tinggi ini berisiko meningkatkan pendarahan dan menjadi pemicu munculnya memar-memar yang sering terlihat di tangan Trump.

"Mereka mengatakan aspirin baik untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya," kata Trump saat diwawancara Wall Street Journal.

"Saya ingin darah yang encer mengalir melalui jantung saya. Mereka lebih suka saya mengonsumsi dosis yang lebih kecil. Saya mengonsumsi dosis yang lebih besar, tetapi saya telah melakukannya selama bertahun-tahun, dan yang terjadi adalah, itu menyebabkan memar," bebernya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Berat Badan Presiden AS Donald Trump Naik Jadi 107 Kg, Dokter Suruh Diet-Olahraga"