Hagia Sophia

03 June 2026

Sering Manicure dengan UV Nail Lamp Bisa Sebabkan Kanker?

Foto: Tangkapan layar Threads @rizkafputri atas izin yang bersangkutan.

Viral sebuah unggahan dari Rizqa Febriliany Putri di akun media sosial Threads @rizqafputri yang menceritakan seorang wanita 52 tahun yang kena kanker kulit. Diketahui, wanita tersebut rutin melakukannya setiap tiga minggu selama 18 tahun.

Perawatan manicure yang dilakukan wanita berkulit terang tersebut juga menggunakan UV nail lamp. Itu merupakan alat pengering kuku yang memancarkan sinar ultraviolet atau LED untuk mengeringkan kuku.

Sampai beberapa tahun kemudian, muncul lesi atau benjolan di kulit punggung tangan wanita tersebut. Sekitar satu tahun terakhir, benjolan kecil kemerahan yang menebal, kasar, dan bersisik semakin banyak.

"Tiga lesi di punggung tangan pasien diambil untuk biopsi. Hasilnya, dua lesi sudah termasuk kanker kulit tahap sangat awal (SCC in situ), satu lesi lain termasuk actinic keratosis (AK) yang merupakan lesi prakanker akibat paparan UV," tulis Rizqa yang berprofesi sebagai dokter itu dalam Threads yang dilihat detikcom, Jumat (29/5/2026).

Parahnya Efek Paparan Sinar UV Nail Lamp

Spesialis kulit dan kelamin konsultan dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, FINSDV, FAADV, mengungkapkan secara umum risiko UV nail lamp tergolong rendah dibandingkan paparan sinar matahari langsung.

"Namun karena alat ini memancarkan sinar UVA, penggunaan berulang dalam jangka panjang tetap dapat menyebabkan photoaging, flek, kerusakan kolagen, dan akumulasi kerusakan DNA pada kulit," terang dr Darma, sapaan akrabnya, saat dihubungi detikcom, Jumat (29/5).

"Pada individu dengan faktor risiko tertentu seperti kulit terang, usia lanjut, atau riwayat paparan UV tinggi, paparan kronis secara teoritis dapat berkontribusi terhadap terbentuknya lesi prakanker seperti actinic keratosis (AK)," tambahnya.

Belum Ada Bukti Kuat Bisa Picu Kanker Kulit

Meski begitu, dr Darma mengatakan sampai saat ini belum ada bukti yang kuat yang bisa menunjukkan keterkaitannya. Belum ada yang bisa membuktikan bahwa penggunaan UV nail lamp secara rutin ini menjadi penyebab utama kanker kulit.

"Sehingga kemungkinan lebih berperan sebagai faktor tambahan terhadap total paparan UV seumur hidup," tuturnya.

Namun, pada orang yang memiliki warna kulit yang lebih terang atau fototipe Fitzpatrick I-II memang lebih rentan mengalami kerusakan kulit akibat paparan sinar UV. Sebab, kulit memiliki kadar melanin yang lebih rendah sebagai pelindung alami.

"Akibatnya, pada tingkat paparan UV yang sama, risiko terjadinya kerusakan DNA, actinic keratosis (AK), maupun kanker kulit non-melanoma cenderung lebih tinggi dibandingkan individu dengan kulit yang lebih gelap," jelas dr Darma.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wanita 52 Tahun Kena Kanker, Benarkah gegara Sering Manicure UV Nail Lamp?"