![]() |
| Foto ilustrasi: iStock |
Sebuah unggahan di media sosial Threads mendadak viral terkait kegiatan manicure. Lewat akun @rizqafputri, Rizqa Febriliany Putri membagikan kisah pilu seorang wanita berusia 52 tahun yang didiagnosis mengidap kanker kulit stadium awal, diduga kuat akibat kebiasaan rutin melakukan manicure menggunakan lampu sinar ultraviolet (UV).
Berdasarkan kronologi yang dibagikan, wanita tersebut diketahui sangat rajin merawat kukunya setiap tiga minggu sekali. Kebiasaan ini bahkan sudah berlangsung konsisten selama 18 tahun.
Nahas, beberapa tahun kemudian, mulai muncul lesi atau benjolan kecil di area punggung tangannya. Memasuki satu tahun terakhir, kondisi benjolan tersebut semakin memburuk seperti memerah, menebal, bertekstur kasar, hingga bersisik.
Demi mendapat diagnosis pasti, tim medis akhirnya melakukan tindakan biopsi dengan mengambil sampel dari tiga titik lesi di punggung tangan pasien.
"Hasilnya, dua lesi sudah termasuk kanker kulit tahap sangat awal (Squamous Cell Carcinoma/SCC in situ), satu lesi lain termasuk actinic keratosis (AK) yang merupakan lesi prakanker akibat paparan UV," tulis Rizqa, yang juga berprofesi sebagai dokter, dikutip atas izin yang bersangkutan oleh detikcom, Jumat (29/5/2026).
Kecurigaan tim medis semakin menguat setelah melihat pola penyebaran benjolan tersebut yang tidak biasa.
"Yang bikin dokter mulai curiga, lesinya nggak muncul acak di seluruh tubuh. Di area lain seperti wajah, badan, punggung, atau kaki tidak ditemukan lesi serupa," tulisnya.
"Lesi justru hanya muncul di punggung tangan, area yang paling sering terkena UV manicure," lanjut Rizqa dalam unggahan tersebut.
Tips Aman Manicure, Jangan Skip Langkah Ini
Spesialis Kulit, Kelamin, dan Estetika, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpDVE, SubspOBK, menegaskan prinsip utamanya bukanlah melarang untuk melakukan manicure, tetapi dengan meminimalkan paparan radiasi UV yang tidak perlu pada kulit.
Bagi yang ingin kuku tetap cantik tanpa cemas risiko kanker, dr Darma membagikan panduan proteksi yang wajib dilakukan sebelum tangan dimasukkan ke dalam mesin UV nail lamp.
"Untuk mengurangi risiko, sebaiknya gunakan sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 hingga 50 pada seluruh punggung tangan sekitar 15-20 menit sebelum prosedur manicure dimulai," saran dr Darma saat dihubungi detikcom, Jumat (29/5).
"Atau gunakan sarung tangan khusus anti-UV yang bagian ujung jarinya bolong, jadi hanya membuka area kuku saja," tambahnya.
Akumulasi Paparan UV Sepanjang Hidup
Lebih lanjut, dr Darma mengingatkan bahwa langkah proteksi ekstra sangat wajib bagi kelompok tertentu. Terutama mereka yang memiliki warna kulit cenderung terang, punya riwayat keluarga pengidap kanker kulit, memiliki banyak bercak actinic keratosis, atau kulitnya sangat sensitif terhadap paparan matahari.
Ia meluruskan anggapan bahwa kanker kulit terjadi secara instan hanya karena satu atau dua kali pergi ke salon kuku.
"Yang perlu diingat, risiko kanker kulit lebih ditentukan oleh akumulasi total paparan UV yang diterima kulit sepanjang hidup kita, bukan cuma dari satu sesi manicure itu sendiri," tegas dr Darma.
Terkait seberapa sering batas aman seseorang boleh melakukan manicure dalam sebulan menggunakan lampu UV, dr Darma menyebut hingga saat ini belum ada bukti ilmiah resmi yang mengatur batasan tersebut.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Wanita Kena Kanker Kulit Usai Manicure, Dokter Berikan Tips Agar Tetap Aman"
