Hagia Sophia

10 February 2023

Diabetes Meningkat, Orangtua Wajib Pantau Jajanan Anak

Ilustrasi minuman manis. (Foto: Getty Images/iStockphoto/tatchai)

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat tren diabetes pada anak meningkat sebanyak 70 kali lipat. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menyebut hal ini dipicu kebiasaan orang tua yang mengabaikan gejala diabetes pada anak.

"Bahwa memang anak itu kalau didesain dari awal itu benar-benar harus diperhatikan kenaikan berat badannya. Ini yang kurang diperhatikan oleh para ibu-ibu," ujar Prof Ari ditemui detikcom di Gedung IMERI FKUI, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2023).

"Oleh karena itu, baik itu misalnya ke praktek dokter umum, baik itu ke dokter spesialis, ya itu akan dipantau itu. Nah dengan kita memantau itu, kita bisa mendeteksi dia bertambah apa nggak beratnya. Ketika dia naik terus beratnya, itu akan berpengaruh ke diabetes melitus," lanjutnya.

Prof Ari juga menyinggung orang tua yang seringkali memberikan makanan manis untuk anaknya. Hal ini dilakukan oleh sebagian orang tua yang menganggap makanan manis sebagai penenang agar anak tidak 'rewel'.

"Kemudian dengan yang manis-manis itu merasa lebih 'diam' segala macam. Jadi bagaimana orang tua bisa mengontrol berat badan anaknya?" pungkas Prof Ari.

Mendukung Kebijakan Cukai MBDK

Menurut Prof Ari, pemberlakuan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) dinilai efektif. Sebab, orang tua nantinya akan lebih selektif dalam memilih jajanan untuk anak-anaknya.

"Efektif, ya mestinya begitu. Karena sejatinya, ketika orang itu diabetes karena memang ada gangguan keseimbangan dari sistem gula darah yang bersangkutan. Ketika gulanya terus tinggi, terus tinggi, di dalam darah, kemampuan insulin untuk menyerap juga terganggu," kata Prof Ari.

"Belum lagi memang ada issue, artinya memang ada yang berhubungan itu (minuman berpemanis), atau memang faktor genetik. Kalau memang faktor genetik, mungkin lain lagi ceritanya," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin sudah bersurat kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) soal cukai MBDK. Kemenkes RI juga mendorong agar para produsen agar membuat pangan dengan kadar gula jauh lebih rendah.

"Cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa konsumsi MBDK harus dibatasi. Mendorong para pengusaha untuk menciptakan produk MBDK dengan kandungan yang lebih rendah gula/lebih sehat," tutur Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (8/2/2023).

"Surat ke Kemenkeu, usulan pengenaan cukai MBDK," lanjutnya.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Diabetes Melonjak, Ahli Sentil Ortu yang Kasih Anak Jajanan Manis Biar Tak Rewel"