Hagia Sophia

21 May 2023

Miliki Pasangan dengan Usia Beda Jauh? Ini Tips dari Psikolog

Psikolog membagikan tips agar pernikahan langgeng meskipun memilki jarak usia yang terpaut jauh. (Foto: Getty Images/iStockphoto/fufupix)

Kabar perceraian pasangan Desta dan Natasha Rizki mengejutkan banyak pihak. Pengacara Desta, Hendra K Siregar menuturkan alasan kliennya mengajukan gugatan cerai talak yaitu ketidaksamaan visi dan misi antara keduanya.

"Ketidakadaan visi dan misi yang sejalan, ya sudah akhirnya suami yang mengajukan (perceraian) ini, intinya ya itu cuma itu saja kok ketidakadaan visi dan misi yang sama saja nggak ada yang lain," kata Hendra K Siregar kepada detikHot, Kamis (18/5/2023).

Seperti diketahui, Desta dan Natasha Rizki memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Ketika menikah pada 2013, Desta berusia 36 tahun sementara Natasha berusia 19 tahun.

Di luar kasus tersebut, menurut psikolog keluarga Nuzulia Rahma, sebenarnya sah-sah saja apabila seseorang menikahi pasangan yang jarak usianya jauh selama memiliki visi dan misi yang sama.

Terkait jarak usia dengan pasangan, Rahma menyebut tidak ada patokan tertentu. Namun sebaiknya, seseorang menikah dengan pasangan yang memasuki tahap perkembangan yang sama.

"Misalnya sama-sama dalam kelompok usia dewasa awal, sama-sama kelompok usia dewasa tengah atau sama-sama dalam kelompok usia dewasa akhir. Jadi walaupun berbeda tahun, namun jika masih dalam kelompok tahap perkembangan yang sama maka diprediksikan akan lebih mudah dalam menjalani pernikahan," kata Rahma.

"Hal ini karena mereka sama sama memiliki tugas perkembangan yang sama dan memiliki fase yang sama dalam menjalankan perannya. Namun walaupun demikian, ini bukanlah patokan wajib," sambungnya.

Tips Menjaga Agar Pernikahan Beda Usia Tetap Langgeng

Rahma menuturkan, menikah dengan pasangan yang berbeda kelompok usia perkembangannya juga otomatis memiliki tugas perkembangan yang berbeda. Hal ini mempengaruhi perbedaan cara berpikir, cara menjalankan peran, hingga pengambilan keputusan.

Maka dari itu, ia menekankan agar pasangan menyamakan visi dan misi ketika menjalin hubungan pernikahan. Hal ini dapat memudahkan pasangan untuk menyelesaikan cekcok yang diakibatkan perbedaan tersebut.

"Namun jika tujuan, visi dan misi pernikahan sudah tidak sama dan jika jalan yang ditempuh sudah tidak sama, cobalah untuk mencari jalan tengah. Kedua pasangan perlu sama-sama lebih fleksibel sehingga bisa menemukan jalan tengah," tutur Rahma.

Dihubungi secara terpisah, psikolog Ohana Space Michelle Tania, MPsi menuturkan sejumlah tips agar pernikahan beda usia tetap langgeng. Berikut di antaranya:

Komunikasi
Komunikasi dengan pasangan secara intens dan mendalam merupakan hal yang penting dalam suatu mempertahankan hubungan.

"Dengan adanya komunikasi yang baik, maka individu bisa lebih mengenal dan memahami bagaimana sudut pandang dari pasangannya, cara menghadapi pasangan dalam berbagai situasi kondisi, cara berpikir yang dimiliki oleh pasangan, dan apa yang disukai serta yang tidak disukai oleh pasangan," ujar Michelle, ketika dihubungi detikcom, Jumat (19/5/2023).

Toleransi dan kompromi
Hubungan merupakan interaksi timbal balik dari individu. Artinya, sebuah hubungan tidak bisa berjalan lancar jika hanya salah satu individu yang terus menerus berkorban atau mengalah.

"Maka dari itu, dibutuhkan adanya toleransi dan kompromi dari kedua belah pihak bukan hanya dari satu pihak saja," pungkas Michelle.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tips Psikolog Biar Pernikahan Awet Langgeng Meski Usia Pasangan Beda Jauh"