Hagia Sophia

26 February 2026

Dituding Mangkir Bekerja, Ini Alasan dr Piprim Tidak Hadir di RS Fatmawati

Foto: Radifan Fadli Rahman/detikHealth

Konsultan jantung anak senior Piprim Basarah Yanuarso menegaskan ketidakhadirannya selama 28 hari berturut-turut di RS Fatmawati pasca mutasi bukan karena malas atau mangkir bekerja.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menjelaskan, setelah menerima surat mutasi pada Mei, ia masih tetap bekerja seperti biasa di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Begitu bulan Mei saya keluar untuk mutasi, saya masih kerja di RSCM seperti biasa, masih melayani pasien-pasien saya," ujarnya dalam konferensi pers Senin (23/2/2026).

Ia mengaku baru benar-benar berhenti bekerja di RSCM pada Oktober, setelah akses praktiknya melalui sistem Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) diputus.

"Saya berhenti kerja itu ketika akses DPJP saya diputus di RSCM bulan Oktober," katanya.

Menurut dr Piprim, ketidakhadirannya di RSUP Fatmawati bukan bentuk pembangkangan. Ia mengaku telah menawarkan solusi agar tetap bisa menjalankan tugas tanpa menjadikan mutasi sebagai bentuk hukuman.

"Jadi, absennya saya ke Fatmawati bukan karena saya malas, tapi saya sudah tawarkan opsi. Agar tidak terbukti mutasi saya sebagai hukuman, beri saya penugasan, beri saya SIP tambahan di Fatmawati. Akan saya kerjakan dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Ia mengusulkan skema pembagian waktu, misalnya satu hingga dua hari bertugas di Fatmawati, sementara tetap melayani pasien dan menjalankan fungsi pendidikan di RSCM.

"Walaupun dibedakan, saya itu dokter pendidik klinis, bukan dokter sekadar layanan saja," tegasnya.

Sebagai pendidik klinis, dr Piprim menyebut memiliki tanggung jawab pada tiga jenjang peserta didik, mulai dari mahasiswa kedokteran (S1), dokter spesialis anak (SP1), hingga dokter subspesialis atau konsultan jantung anak (SP2).

"Kalau dikatakan saya tidak peduli dengan distribusi dokter di Indonesia, ini salah besar," katanya.

Ia menilai kontribusinya dalam mencetak konsultan jantung anak yang nantinya ditempatkan di berbagai provinsi merupakan bagian dari upaya pemerataan tenaga kesehatan.

"Dengan saya menjalankan fungsi pendidikan, saya mencetak dokter-dokter konsultan jantung anak yang akan ditempatkan di berbagai provinsi di Indonesia. Itu kontribusi saya dalam distribusi dokter di seluruh Indonesia," ujarnya.

Karena itu, ia meminta agar polemik ini tidak dipersempit hanya sebagai persoalan pelanggaran administratif.

"Jangan dipelintir seolah-olah ini hanya pelanggaran disiplin. Ini juga bentuknya hukuman terhadap organisasi pendidikan," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jawab Tudingan Bolos Praktik di RS Fatmawati, dr Piprim Ungkap Alasannya"