![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008 |
Banyak yang beranggapan gorengan yang dimasak sendiri di rumah untuk berbuka puasa menjadi 'lebih sehat'. Lantas, bagaimana faktanya menurut dokter?
Menanggapi ini, spesialis jantung dan pembuluh darah dr Yislam Aljaidi, SpJP, FIHA, mengungkapkan gorengan yang dimasak sendiri dianggap 'lebih sehat' itu karena penggunaan minyaknya.
"Sebenarnya itu karena penggunaan minyaknya ya. Jadi, kita nggak tahu kan kalau di luar itu dia (minyak) sudah dipakai berapa kali," jelas dr Yislam saat ditemui di Cibubur, Kamis (19/2/2026).
"Apa disaring atau dia memang murni minyak dari baru," lanjutnya.
dr Yislam menjelaskan memasak dengan minyak yang sudah dipakai berkali-kali bisa mengganggu kesehatan tubuh. Ini akan berpengaruh pada kadar kolesterolnya.
Jika minyak yang digunakan sudah dipakai dan dipanaskan berkali-kali, kadar kolesterolnya jahat relatif tinggi. Berbeda dengan makanan yang digoreng menggunakan minyak baru.
"Ketika dia menggunakan minyak yang baru, memang kadar kolesterolnya tidak setinggi kita menggunakan minyak yang sudah berulang-ulang digunakan," terang dia.
Meski begitu, dr Yislam tetap menekankan pentingnya mengatur pola makan agar tetap seimbang. Ada kandungan serat, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan lain sebagainya.
"Jadi boleh saja sesekali, tapi jangan terlalu sering. Tetap pentingkan gizi yang lain, proteinnya harus tinggi protein, karbohidratnya cukup dengan makanan lemak sehat, nah itu lebih penting," tegasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gorengan Dimasak di Rumah Lebih Sehat Buat Buka Puasa? Ini Kata Dokter Jantung"
