Hagia Sophia

02 June 2026

Berawal dari Telinga Berdenging, Wanita Ini Alami Stroke di Usia Belia

Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/iStockphoto/designer491)

Seorang wanita mengalami stroke di usianya yang terbilang muda, 22 tahun. Gejala awalnya berupa telinga berdenging.

Dikutip dari laman Today, pada bulan Juni 2024, wanita yang bernama Aubrey Hasley ini mengalami telinga berdenging yang sangat keras.

"Sulit untuk mengabaikannya. Itu membuatku takut selama beberapa detik," kata Hasley.

Aku menggambarkannya seperti ketika mikrofon terlalu dekat dengan pembicara dan menimbulkan suara getaran," tambahnya.

Bunyi yang didengarnya memag hanya berlangsung selama beberapa detik, tapi dengan cepat berkembang menjadi sakit kepala. Dia tidak terlalu khawatir sebab memang mempunyai riwayat migrain. Sebab Hasley mengalami migrain dengan aura beberapa kali dalam setahun.

Dikutip dari laman NYPost, dia memutuskan untuk tidak keluar rumah saat itu dan mencoba tidur siang untuk meredakan migrainnya, tapi gejalanya malah semakin memburuk.

"Saya merasa sangat pusing, sakit kepala saya semakin parah," katanya. "Ruangan terasa berputar."

Awalnya, dia mengira gejala tersebut adalah vertigo, tapi sebagai orang yang bekerja paruh waktu di rumah sakit, dia juga menyadari bahwa dirinya mengalami beberapa gejala stroke klasik. Kendati demikian, dia tidak ingin terburu-buru ke ruang gawat darurat.

"Saya tidak menyadari bahwa hal itu bisa terjadi pada orang muda dan saya tidak ingin bersikap dramatis," katanya.

Namun, gejalanya terus memburuk. Wajahnya menjadi terkulai dan dia mulai berbicara cadel. Bahkan, dia juga tidak bisa berjalan hingga mengalami penglihatan ganda.

"Saya memejamkan mata hampir sepanjang hari karena jika saya membukanya, saya langsung merasa mual," katanya.

Pada akhirnya Hasley diantarkan ibunya ke Endeavor Health Northwest Community Hospital. Di sana dirinya ditolong oleh para staf yang menanggapi keluhannya dengan serius.

"Mereka menyuruh saya membaca dan melakukan berbagai hal dengan tangan dan kaki saya, yang saat itu tidak bisa saya lakukan," katanya. "Dan itulah yang mereka katakan kepada saya bahwa itu adalah stroke."

Kepala Layanan Neuroendovaskular, Dr Mohammad Anadani melakukan trombektomi untuk mengangkat bekuan darah yang menghambat di pembuluh darah Hasley. Operasinya berjalan lancar, meski dia tidak ingat banyak hal setelah itu.

"Saya hanya ingat merasa sangat kelelahan dan penglihatan saya masih sedikit kabur keesokan harinya, tetapi pemulihan secara keseluruhan cukup cepat," katanya. "Saya berada di rumah sakit selama empat hari."

Anandani mengatakan, stroke yang dialami Hasley mungkin terjadi karena dia memiliki Patent Foramen Ovale (PFO) atau lubang di jantungnya, yang kemungkinan berkontribusi pada strokenya. Hasley juga mengonsumsi pil KB yang diketahui bisa meningkatkan risiko stroke.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Wanita Alami Stroke di Usia 22 Tahun, Berawal dari Telinga Berdenging"