Hagia Sophia

02 June 2026

Hati-hati, Stres Bisa Picu Hipertensi di Usia Muda

Foto: Ilustrasi stres (Getty Images/D-Keine)

Dahulu, tekanan darah tinggi sebagian besar dikaitkan dengan penuaan. Tapi kini dokter menemukan kasus stroke pada orang yang jauh lebih muda.

Dikutip dari laman Times of India, gaya hidup modern secara diam-diam telah mengubah cara tubuh manusia bereaksi terhadap stres. Jantung seringkali menjadi yang menanggung akibatnya.

"Tekanan darah telah sampai pada titik di mana stres telah begitu terintegrasi ke dalam kehidupan kita, sehingga kita hampir tak menyadari efek mendalam yang ditimbulkannya pada tubuh kita," kata Konsultan Psikiater Dewasa dan Seksolog Dr Mouryadeep Ghatak.

Jam kerja yang panjang, kebiasaan bermain media sosial sampai larut malam, pola makan yang tidak sehat, dan ketidakmampuan untuk melepaskan diri secara mental setelah bekerja telah menciptakan siklus sistem saraf yang tetap aktif hampir terus menerus.

Tubuh merespons dengan melepaskan hormon stres berulang kali. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan peradangan dan berkurangnya fleksibilitas pembuluh darah. Hal tersebut mempersulit tekanan darah kembali ke tingkat istirahat normal.

Kurang Tidur Bisa Merusak Jantung secara Diam-diam

Salah satu kaitan antara stres dan tekanan darah adalah kurang tidur. Sebab, tidur sangat penting bagi jantung dan pembuluh darah untuk pulih dari tuntutan fisik aktivitas siang hari.

"Biasanya, seseorang mengalami penurunan tekanan darah saat tidur ketika jantung bisa beristirahat," kata Dr Ghatak.

Namun, stres kronis sering mengganggu periode pemulihan tersebut. Paparan ponsel di malam hari juga mengurangi produksi melatonin, hormon yang memberi sinyal kepada otak untuk bersiap tidur.

Banyak orang yang masih masa stres sebelum tidur. Hasilnya dia mendapat durasi tidur yang pendek, tidak nyenyak. atau insomnia.

"Jika kurang tidur menjadi kebiasaan bagi seseorang, kadar hormon stresnya akan tetap tinggi, yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah secara terus menerus, dan ketidakmampuan untuk menurunkan tekanan darah di malam hari," kata Dr Ghatak.

Stres Mengubah PerilakuTak hanya memengaruhi hormon, stres juga mengubah perilaku. Orang yang terus menerus berada di bawah tekanan cenderung lebih sering tidak berolahraga, bergantung pada makanan olahan, lebih banyak merokok, sering minum alkohol, atau kurang aktif secara fisik.

Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko hipertensi. Hal yang membuat hipertensi berbahaya yaitu penyakit ini berkembang secara diam-diam.

"Orang yang mengalami stres bahkan tidak menyadari bahwa faktor ini memengaruhi jantung, ginjal, pembuluh darah, dan otak mereka sampai kerusakan mulai menimbulkan gejala fisik," katanya.

Menurut CDC, tekanan darah tinggi seringkali tidak memiliki gejala yang jelas. Itu sebabnya banyak orang baru menyadari setelah komplikasi mulai terjadi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gen Z Hati-hati, Stres Bisa Picu Hipertensi di Usia Muda"