Hagia Sophia

08 June 2026

Tanda Kolesterol Tinggi Ini Sering Diabaikan, Bisa Berujung Stroke

Foto ilustrasi: Thinkstock

Kolesterol tinggi sering dijuluki sebagai 'silent killer' karena sifatnya jarang menunjukkan gejala klinis yang jelas pada tubuh.

Namun, pada beberapa kasus, tanda-tanda peringatan itu justru bisa mendadak muncul dan terlihat di tempat yang tak terduga, salah satunya di area kaki.

Kondisi ini dikenal di dunia medis sebagai xanthoma tendon, yakni penumpukan atau endapan kolesterol di dalam tendon. Tanda fisik ini biasanya bermanifestasi sebagai papula atau nodul (benjolan kecil) yang tumbuh secara perlahan di bawah kulit.

Menariknya, area kaki menjadi wilayah yang paling sering memunculkan tanda bahaya ini.

"Tendon Achilles adalah lokasi xanthoma tendon yang paling umum," tulis sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Lipids in Health and Disease, dikutip dari Mirror UK.

Tanda yang Muncul di Kaki yang Bisa Jadi Alarm Bahaya

Para peneliti dalam studi tersebut mencatat salah satu karakteristik awal dari kondisi ini adalah terjadinya penebalan pada tendon Achilles. Itu merupakan jaringan ikat tebal yang menghubungkan otot betis ke tulang tumit.

"Penebalan tendon Achilles adalah karakteristik awal xanthoma tendon Achilles," jelas peneliti.

Untuk membuktikannya, sebuah penelitian dilakukan dengan melibatkan 205 peserta berusia 18 hingga 75 tahun. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
  • Kelompok kolesterol normal.
  • Kolesterol tinggi (LDL ambang batas).
  • Kelompok hiperkolesterolemia (kondisi herediter dengan kadar kolesterol abnormal tinggi).
Tim peneliti menggunakan teknik radiografi digital untuk mengukur ketebalan tendon Achilles (ATT) para peserta. Ternyata, hasilnya sangat mengejutkan.

Hasil Penelitian Ahli

Peserta dengan kolesterol tinggi memiliki ukuran tendon Achilles yang secara signifikan jauh lebih besar dan tebal, dibandingkan dengan orang berkolesterol normal. Hal ini membuktikan bahwa penumpukan lemak jahat di kaki terkait langsung dengan melonjaknya kadar kolesterol tubuh.

"ATT dapat berfungsi sebagai indeks diagnostik tambahan yang berharga untuk hiperkolesterolemia dan dapat digunakan untuk penilaian dan pengelolaan penyakit kardiovaskular," simpul para peneliti.

Pada dasarnya, tubuh tetap membutuhkan kolesterol untuk memproduksi sel-sel yang sehat. Tetapi, penumpukan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol jahat pada dinding bagian dalam arteri berisiko menyumbat aliran darah (aterosklerosis) yang bisa memicu serangan jantung dan stroke.

"Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat, tetapi kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung," jelas para ahli.

Karena proses penyumbatan ini umumnya berkembang tanpa tanda-tanda peringatan, satu-satunya cara paling akurat untuk mendeteksinya adalah melalui tes darah berkala.

"Dokter umum Anda mungkin menyarankan untuk melakukan tes jika mereka berpikir kadar kolesterol Anda mungkin tinggi. Ini mungkin karena usia, berat badan, atau kondisi lain yang Anda miliki (seperti tekanan darah tinggi atau diabetes)," saran layanan kesehatan Inggris atau NHS.

Pemeriksaan rutin sangat direkomendasikan bagi individu berusia di atas 40 tahun, memiliki berat badan berlebih, atau memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kolesterol dan penyakit jantung.

Jika kadar kolesterol terdeteksi tinggi, perubahan gaya hidup dengan mengatur pola makan harus segera dilakukan. Makanan yang direkomendasikan, seperti kacang polong, buncis, dan lentil, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, serta gandum utuh kaya nutrisi yang baik untuk kolesterol dan jantung.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Hati-hati Berujung Stroke-Jantung"