Hagia Sophia

13 July 2026

Dokter di Inggris Terpaksa Hentikan Operasi Pasien Akibat Panas Ekstrem

Foto: Getty Images/shapecharge

Hantaman gelombang panas atau heat wave ekstrem yang melanda Inggris tidak hanya memicu masalah dehidrasi pada masyarakat. Kondisi ini juga mulai melumpuhkan fasilitas medis.

Suhu ruangan rumah sakit yang melonjak drastis memaksa tim dokter bedah mengambil keputusan ekstrem. Mereka terpaksa menghentikan tindakan operasi yang sedang berjalan di tengah jalan.

Insiden krusial ini terjadi di beberapa rumah sakit di bawah naungan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris. Kegagalan sistem pendingin ruangan (AC) di tengah cuaca panas yang menyengat membuat suhu di dalam ruang operasi (operating theatre) meroket hingga melewati batas aman medis.

Kondisi darurat ini dikonfirmasi langsung oleh pihak otoritas kesehatan setempat. Kegagalan sistem pendingin di tengah suhu ekstrem dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan pasien dan staf medis.

"Kami terpaksa mengambil keputusan sulit untuk menunda sejumlah prosedur bedah demi keselamatan pasien. Suhu di beberapa ruang operasi telah melampaui batas standar aman yang diperbolehkan untuk melakukan tindakan bedah klinis," ujar salah satu juru bicara rumah sakit NHS dalam pernyataan resminya kepada The Telegraph.

Risiko Infeksi dan Dehidrasi Pasien

Secara medis, ruang operasi wajib menjaga suhu tetap dingin dan stabil demi mencegah berkembang biaknya bakteri serta menjaga sterilitas peralatan bedah. Saat suhu ruangan melonjak akibat gelombang panas, risiko terjadinya infeksi luka operasi pada pasien meningkat berkali-kali lipat.

Tak hanya itu, para dokter bedah yang harus mengenakan pakaian operasi berlapis-lapis dan APD lengkap juga dilaporkan mengalami kelelahan ekstrem akibat pengap. Kondisi fisik yang menurun ini tentu sangat berisiko memicu kesalahan medis atau medical error, saat melakukan tindakan bedah yang membutuhkan presisi tinggi.

Seorang sumber medis internal yang bertugas menggambarkan betapa kacaunya situasi di dalam ruang bedah saat fasilitas pendingin mati total.

"Bekerja dalam pakaian bedah berlapis di bawah lampu operasi yang panas tanpa AC yang berfungsi adalah hal yang mustahil. Fokus kami terganggu, dan yang paling utama, lingkungan ini tidak lagi steril dan aman untuk pasien yang terbuka di meja operasi," ungkap salah satu staf medis yang enggan disebutkan namanya.

Akibat malfungsi fasilitas pendingin di tengah cuaca ekstrem ini, sejumlah rumah sakit terpaksa menunda hingga membatalkan ratusan jadwal operasi elektif (non-darurat) yang sudah direncanakan. Langkah ini diambil demi memprioritaskan ruang operasi yang masih berfungsi normal untuk kasus-kasus darurat atau emergency yang mengancam nyawa.

Pihak manajemen rumah sakit kini tengah berpacu dengan waktu untuk memperbaiki sistem pendingin udara dan memperketat pemantauan suhu lingkungan faskes. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk menjaga hidrasi tubuh dengan optimal dan menghindari aktivitas luar ruangan di tengah puncak gelombang panas ini guna menekan lonjakan pasien di instalasi gawat darurat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Imbas Panas Ekstrem, Dokter di Inggris Terpaksa Hentikan Operasi Pasien"