![]() |
| Foto: Getty Images/Farknot_Architect |
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menggandeng platform digital TikTok Indonesia dan Foodbank of Indonesia (FOI) untuk meluncurkan gerakan nasional "Makan Dengan Makna". Inisiatif ini digagas untuk mengajak masyarakat, khususnya gen z agar lebih sadar tentang gaya hidup sehat.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi mesin pembunuh tertinggi di Indonesia, seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal, merupakan hasil investasi buruk dari pola makan sehari-hari.
"Banyak orang merasa dirinya sehat hari ini, padahal lima atau sepuluh tahun lagi berisiko terkena stroke atau serangan jantung akibat pola makan yang buruk," ujar Menkes dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (10/7/2026).
Menyadari kuatnya pengaruh media sosial bagi gen-Z dan milenial, Menkes Budi secara khusus menantang para kreator konten di TikTok untuk turun tangan. Ia meminta para kreator membantu mengemas ulang edukasi kesehatan yang kaku menjadi konten kreatif yang diminati anak muda.
Urgensi dari gerakan "Makan Dengan Makna" ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, kondisi rapor kesehatan masyarakat Indonesia dalam hal pola makan saat ini sudah masuk dalam level lampu merah:
- 96,7 persen penduduk usia 5 tahun ke atas terbukti kurang mengonsumsi buah dan sayur.
- 47,5 persen penduduk tercatat gemar mengonsumsi minuman manis secara rutin.
- 33,7 persen penduduk sangat doyan mengonsumsi makanan manis.
Akibatnya, angka obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas melonjak tajam dari 15,4 persen menjadi 23,4 persen.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Ajak Gen Z Sadar Hidup Sehat Biar Terhindar dari Risiko Sakit Kronis"
