Hagia Sophia

13 July 2026

WHO: Makin Banyak Penduduk Bumi Berisiko Kena Kanker

Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP

Kanker dilaporkan merenggut lebih dari 26.000 nyawa setiap hari di seluruh dunia. Dengan estimasi 20,6 juta kasus baru dan hampir 10 juta kematian setiap tahunnya, kanker menjadi penyebab kematian nomor dua paling mematikan di dunia setelah penyakit kardiovaskular (jantung).

WHO memperingatkan jika tidak ada tindakan darurat yang diambil secara global, jumlah kasus kanker tahunan diproyeksikan melonjak drastis hingga menyentuh angka hampir 35 juta kasus pada tahun 2050.

Laporan bertajuk WHO Global Status Report on Cancer 2026 yang disusun bersama Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) ini menyoroti melebarnya jurang ketimpangan akses pengobatan.

Sebagai contoh nyata, sebanyak 87 persen wanita penderita kanker payudara di negara berpenghasilan tinggi mampu bertahan hidup hingga 5 tahun setelah diagnosis. Sebaliknya, di negara miskin atau berpenghasilan rendah, tingkat kelangsungan hidupnya merosot tajam hingga hanya tersisa sekitar 42 persen. Lebih parah lagi, kurang dari sepertiga negara di dunia yang memasukkan perawatan kanker ke dalam paket jaminan kesehatan nasional mereka.

"Kanker adalah penyakit yang sangat personal yang menyentuh hampir semua dari kita. Namun, apakah seseorang bisa selamat dari kanker seharusnya tidak pernah bergantung pada di mana mereka dilahirkan atau berapa banyak penghasilan mereka," tegas Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari laman WHO, Jumat (10/7/2026).

Gaya Hidup Modern Jadi Pemicu Utama

Hampir 40 persen kasus kanker di dunia sebenarnya berkaitan erat dengan faktor risiko yang dapat dicegah. Mulai dari penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, tingginya indeks massa tubuh (obesitas), hingga infeksi virus seperti HPV dan Hepatitis B atau C.

Meskipun angka penggunaan tembakau global berhasil ditekan turun hingga 27 persen sejak 2010 berkat kebijakan kontrol rokok, para ahli menilai pergerakan ini masih terlalu lambat.

"Profil kanker terus berkembang, kini semakin didorong oleh meningkatnya angka obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, dan polusi udara. Pencegahan kanker harus tetap menjadi prioritas politik," desak Dr. Elisabete Weiderpass, Direktur IARC.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Warning Makin Banyak Penduduk Bumi Berisiko Kena Kanker, Ini Pemicunya"