Hagia Sophia

04 August 2026

Jalan Kaki Usai Makan Bisa Berikan Banyak Manfaat untuk Kesehatan

Foto: Ilustrasi jalan kaki (Getty Images/PeopleImages)

Berjalan kaki setelah makan bisa memberikan manfaat bagi kesehatan. Aktivitas ini dapat membantu menurunkan kadar gula darah.

Menurut ahli endokrinologi Kelly Wood, MD, berjalan kaki selama 10-15 menit merupakan durasi yang ideal. Dikutip dari laman Health, pada waktu tersebut kadar glukosa darah sedang mengalami peningkatan dan mendekati puncaknya setelah makan.

Sering Makan Telur Bikin Bisulan? Ini Kata Ahli Gizi

Foto: Ilustrasi telur (Getty Images/VeselovaElena)

Telur menjadi salah satu bahan pangan yang paling sering dikaitkan dengan berbagai mitos kesehatan. Salah satu anggapan yang masih banyak dipercaya hingga sekarang adalah terlalu sering makan telur dapat menyebabkan bisulan.

Mitos tersebut kembali menjadi perbincangan setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menceritakan pengalaman masa kecilnya terbiasa mengonsumsi telur sampai bisulan karena memelihara ayam di rumah.

Xabi Alonso Siap Bangkit Bersama Chelsea

Xabi Alonso tak lagi trauma usai pemecatan dari Real Madrid. (Corbis via Getty Images/Steve Christo - Corbis)

Xabi Alonso mengaku sudah pulih secara mental usai pengalaman tak menyenangkan di Real Madrid. Kini Xabi siap bangkit bersama Chelsea.

Xabi ditunjuk menjadi pelatih Madrid musim panas lalu usai tiga tahun di Bayer Leverkusen. Harapan tinggi disematkan kepada Xabi usai prestasi gemilang kala membawa Leverkusen juara Liga Jerman tanpa terkalahkan di musim 2023/2024.

MU Percaya Diri Hadapi Musim Baru Bersama Michael Carrick

Foto: Getty Images/Mike Hewitt

Penampilan apik bersama Michael Carrick bikin Manchester United percaya diri menatap musim baru. Bek Leny Yoro yakin timnya mampu juara.

MU menatap musim 2026/2027 dengan percaya diri setelah kebangkitan di separuh kedua musim lalu. Bersama Carrick, mereka meraih 12 kemenangan dari 17 pertandingan dan hanya dua kali kalah.

Juventus Gaet Randal Kolo Muani dari PSG

Randal Kolo Muani (kanan) meneken kontrak lima tahun bareng Juventus. (Foto: Juventus FC via Getty Images/Alberto Gandolfo - Juventus)

Randal Kolo Muani bukan lagi pemain Paris Saint-Germain. Sebab, Juventus baru saja menggaet Randal Kolo Muani.

Kolo Muani pernah bermain di Juventus pada paruh kedua musim 2024/2025 dengan total 10 gol dari 22 laga. Performa mantap Kolo Muani membuat Juventus ingin mempermanenkan tapi gagal karena tidak menemui kesepakatan soal harga.

Mampukah Arsenal Pertahankan Gelar Premier League?

Arsenal belum pernah mempertahankan gelar juara Premier League, musim depan? (Arsenal FC via Getty Images/Stuart MacFarlane)

Arsenal belum pernah mempertahankan gelar juara Premier League. Apakah The Gunners bisa mematahkan "kutukan" itu musim depan?

Arsenal mengakhiri puasa gelar 22 tahun saat merajai Liga Inggris 2025/2026. Ini jadi gelar liga ke-14 sepanjang sejarah Arsenal atau yang keempat di era Premier League.

Riset: Kurang Tidur Bisa Mempengaruhi Berat Badan

Foto: Ilustrasi kurang tidur (Getty Images/iStockphoto/torwai)

Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk memulihkan diri dan mengisi kembali energi yang dibutuhkan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Sejumlah penelitian sebelumnya mengaitkan kurang tidur dengan obesitas, tetapi umumnya berfokus pada kondisi kurang tidur yang cukup parah, seperti hanya tidur selama empat jam per malam.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengurangi waktu tidur sekitar 90 menit setiap malam juga dapat memengaruhi berat badan.

Miliki BB Normal Belum Tentu Sehat, Waspadai Ancaman Skinny Fat

Foto: Ilustrasi timbangan (Getty Images/iStockphoto/Andrii Zorii)

Banyak yang menganggap berat badan normal menjadi tanda tubuh dalam kondisi sehat. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar. Ada kondisi yang dikenal sebagai skinny fat, yaitu ketika indeks massa tubuh (IMT) masih berada dalam kisaran normal, tetapi lemak, terutama di area perut, justru berlebih.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan IMT hanya digunakan untuk melihat perbandingan berat badan dengan tinggi badan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan angka IMT, tetapi juga perlu melihat distribusi lemak, salah satunya melalui pengukuran lingkar perut.

Penjelasan Pakar Terkait Hubungan Asbes dan Seng dengan Kanker Paru

Foto: Ilustrasi kanker paru (Getty Images/Mohammed Haneefa Nizamudeen)

Dewan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) menjelaskan bagaimana bisa asbes dan seng memicu kanker paru. Ini setelah kondisi ini disinggung oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Asbes itu berdasarkan The International Agency for Research on Cancer (IARC) itu termasuk bahan karsinogen. Artinya bahan tersebut dapat menginduksi terjadinya kanker," kata Prof Agus, saat dihubungi detikcom, Jumat (31/7/2026).