 |
| Nasi panas vs nasi dingin. Foto: iStock |
Banyak orang mulai mengganti nasi hangat dengan nasi dingin-atau nasi sisa yang dipanaskan ulang karena dianggap lebih "ramah" untuk gula darah. Tren ini bukan tanpa dasar: proses pendinginan dapat meningkatkan kandungan pati resisten yang dicerna lebih lambat, sehingga lonjakan gula darah cenderung lebih terkendali.
Namun di balik manfaat tersebut, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: cara menyimpan dan menghangatkan nasi justru bisa membuka peluang kontaminasi bakteri jika tidak dilakukan dengan benar.