Hagia Sophia

31 October 2022

Penuturan Pelajar WNI yang Saat Kejadian Sedang Berada di Itaewon

Kerumunan picu ratusan orang meninggal di Itaewon. (Foto: REUTERS/YONHAP)

Tak pernah ada di benak Beta Bayusantika (27) menjadi saksi akan kejadian horor malam Halloween di Itaewon. Sebagai pecinta drama korea 'Itaewon Class', pelajar asal Indonesia yang menempuh pendidikan master di Hanyang University, Korsel, sangat ingin merasakan lingkungan multikultural di pusat kota Seoul, yang terkenal dengan perayaan Halloween tahunan.

Kepada The Korea Times, Beta bercerita ia pergi ke sana pada hari Sabtu untuk menikmati Halloween pertamanya di Itaewon.

"Saya ke sana mungkin jam 9 sampai 10 malam di Stasiun Itaewon. Sangat ramai. Dari sudut gang, kami melihat banyak orang berusaha keluar dari sana. Sangat memilukan," katanya saat wawancara dengan The Korea Times.

Mengacu pada lokasi kecelakaan di sebelah Hamilton Hotel, di mendengar banyak orang-orang meminta tolong.

"Petugas pemadam kebakaran dan polisi ada di sana, mencoba mengevakuasi banyak orang dari kerumunan. Banyak orang melakukan CPR," lanjutnya.

Pada hari Minggu, sehari setelah tragedi itu, kawasan Itaewon dipadati oleh beberapa warga, pejalan kaki dan korban yang masih ada sejak malam sebelumnya. Orang-orang yang kecewa berkumpul di belakang garis polisi di seberang jalan, menunggu kabar terbaru.

Beberapa warga negara asing yang menyaksikan dan selamat dari insiden tersebut membagikan apa yang mereka lihat dan alami.

Warga negara Libya yang berbasis di Jaecheon, Abdo Al-Kader, 31, yang bekerja di sebuah peternakan, juga telah mengunjungi distrik hiburan untuk merayakan Halloween sebelumnya. Namun dia mengatakan kejadian yang dia saksikan pada 29 Oktober malam lebih dari tidak biasa.

"Tadi malam banyak orang di sini. Orang-orang tidak tahu harus berbuat apa. Polisi datang, mereka menurunkan orang dan banyak orang melakukan resusitasi pada mereka yang ada di tanah. Semuanya terjadi dalam sekejap," katanya.

Sejauh ini 154 orang dinyatakan tewas, 26 di antaranya merupakan warga asing. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan melaporkan bahwa puluhan warga asing yang menjadi korban itu berasal dari 14 negara. Ia juga menegaskan akan mengerahkan sejumlah upaya untuk membantu keluarga warga asing yang menjadi korban tragedi.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kesaksian WNI Ceritakan Horornya Tragedi Itaewon: Puluhan Terkapar Dibantu CPR"