Hagia Sophia

15 June 2026

Ini yang Dilakukan BPOM untuk Ikut Menekan Harga Bahan Baku Obat

Ilustrasi (Foto: Getty Images/apomares)

Gejolak nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS berdampak serius pada sektor kesehatan. Industri farmasi dalam negeri mulai menjerit akibat biaya impor Bahan Baku Obat (BBO) yang membengkak hingga memicu kegaduhan terkait potensi kenaikan harga obat di pasaran.

Menanggapi situasi ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI ikut memutar otak. Sebagai otoritas pengawas, BPOM menyiapkan sejumlah strategi dan solusi regulasi demi menjaga agar industri farmasi lokal tidak gulung tikar, sekaligus memastikan masyarakat tidak kesulitan mengakses obat-obatan.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar mengatakan bahwa pihaknya telah mengundang para industri farmasi untuk datang ke kantornya. Pada pertemuan tersebut, BPOM menerima segala keluhan dari para industri terkait permasalahan mereka dan dampaknya terhadap harga produksi.

Permudah Izin Perpindahan Asal Bahan Baku

BPOM menyadari bahwa pihaknya tidak bisa mengubah harga bahan baku obat hingga kemasan imbas rupiah yang melemah atau perang di Timur Tengah.

"Tetapi yang bisa kami kendalikan hal yang spesifik, misalnya dulu kalau dia mau melakukan perubahan bahan baku dari produk, misalnya perusahaan A impor dari Belanda, tiba-tiba dia mau ganti ke India. Itu membutuhkan uji stabilitas, uji standar, dan sebagainya yang sangat besar," kata Ikrar di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Namun, BPOM bisa membantu dalam hal perizinan yang lebih direlaksasi, sehingga sedikit banyak dapat membantu industri farmasi untuk tetap berjuang di tengah kondisi yang tidak pasti seperti sekarang ini.

"Nah, ini BPOM bisa bantu, bisa dia lakukan perpindahan tanpa perlu melakukan uji macam-macam, yang penting di daerah asal kami sudah dapat dokumen tentang standarisasi dan sebagainya," katanya.

Selain itu, terkait kemasan obat, BPOM juga memberikan kemudahan untuk industri farmasi yang masih menggunakan plastik untuk produknya.

"Kalau dia mau ganti kemasan, dari yang dulunya plastik terus dia mau ganti menjadi hanya kertas. Ini kan sudah mengurangi bebannya. Itu bagian dari diskresinya Badan POM," kata Ikrar.

"Tujuannya apa? Kamu jangan naikin hargamu dong. Kami sudah bantu supaya supply untuk rakyat tetap terjaga," sambungnya.

BPOM RI juga bernegosiasi dengan Badan POM negara-negara lain agar bisa menemukan solusi terbaik demi menjaga kestabilan harga obat global.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BPOM Bantu Relaksasi Izin Bahan Baku Obat di Tengah Rupiah Melemah"