Hagia Sophia

09 June 2026

Karena Takut Mati, Pria Ini Berhasil Turunkan BB Hingga 114 Kg

Foto: Instagram/ @bickelco

Seorang pria berusia 45 tahun sempat pasrah dengan kondisi fisiknya, saat bobot tubuhnya menyentuh angka lebih dari 226 kilogram (kg). Selama sepuluh tahun, berat badan pria bernama Matthew Bickel itu terus melonjak drastis, rata-rata bertambah hampir setengah kilogram setiap bulannya.

Dalam sekali duduk, Matthew bahkan sanggup menghabiskan satu loyang pizza ukuran besar, enam kaleng soda, dan porsi makanan penutup yang jumbo. Gaya hidup ini baru berubah total setelah dirinya mendapati vonis medis yang mengejutkan, yakni pradiabetes.

"Saya kelebihan berat badan sepanjang hidup saya. Bahkan saat masih aktif bermain di tim sepak bola kampus Universitas Baylor, saya adalah pria terbesar dengan berat 158 kg," cerita Matthew mengenang masa lalunya, dikutip dari Men's Health.

Semasa muda, Matthew kuliah di Baylor University, Amerika Serikat, dan aktif di dunia olahraga. Tetapi, setelah berhenti dari kegiatan itu, berat badannya lepas kendali.

Memasuki usia 30 tahun, berat badan Matthew sudah berada di angka 241 kg. Ia mengaku menjadikan makanan sebagai pelarian emosional saat menghadapi masa-mana sulit, yang tanpa disadari berujung pada kecanduan makanan yang parah.

Jantungnya Seperti Mau Meletus

Titik balik kehidupan Matthew datang secara tiba-tiba di tengah momen makannya. Rasa jijik dan muak seketika muncul melihat porsi makan dan kondisi kesehatannya yang terus memburuk.

Ditambah lagi, dokter menyatakan dirinya sudah berada di fase pradiabetes.

"Jantungku hampir meletus di dalam diriku. Saya merasa jika saya tidak segera berubah, saya akan mati," ungkapnya.

Didorong rasa takut kehilangan nyawa, Matthew mulai menata ulang hidupnya. Langkah awal yang ia lakukan sangat sederhana, yaitu rutin berjalan kaki dan mendaki gunung.

Ia juga memangkas seluruh konsumsi minuman manis dan menjadikan air putih sebagai satu-satunya hidangan pelepas dahaga, sembari belajar memasak makanan sehat sendiri di rumah.

Dukungan dari lingkungan pertemanan yang positif turut membantunya konsisten. Perlahan tapi pasti, Matthew kembali menginjakkan kaki di pusat kebugaran dan jatuh cinta pada olahraga CrossFit, bersepeda, hingga lari.

Lewat kombinasi ini, ia berhasil memangkas 45 kg pertamanya hanya dalam kurun waktu kurang dari enam bulan.

Sukses Turun 114 Kg dan Bisa Pakai 'Baju Keren'

Meski fase awal penurunan berat badannya berjalan sangat cepat, Matthew mengaku proses berikutnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Butuh waktu sekitar tiga hingga empat tahun untuk mengikis sisa-sisa lemak di tubuhnya.

Melalui perjalanan panjang selama 15 tahun yang penuh dinamika naik-turun, Matthew akhirnya berhasil menurunkan total berat badan hingga 114 kg. Melalui akun Instagram-nya (@bickelco), ia kerap membagikan proses transformasi fisiknya tersebut.

"Yang terbaik dari semuanya, sekarang saya bisa mengenakan 'pakaian keren'. Kebanyakan orang bertubuh besar pasti paham betapa menyebalkannya harus memakai ukuran baju 4XL karena pilihan modelnya sangat terbatas," ujarnya lega.

Kecintaannya yang baru pada dunia kebugaran membawa Matthew pada target yang jauh lebih ekstrem. Pada Agustus 2026 mendatang, ia bersiap menantang dirinya dalam kompetisi 'Life Time Leadville Trail 100', sebuah perlombaan ultramaraton sejauh 160 km melintasi medan terjal Pegunungan Rocky.

Saat ini, Matthew menghabiskan waktu 15 hingga 20 jam per minggu untuk berlatih intensif. Menutup kisahnya, ia berpesan bahwa kunci utama dari keberhasilan diet ekstrem ini adalah belajar untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Takut Mati, Pria 45 Tahun Ini Sukses Turunkan 114 Kg usai Didiagnosis Pradiabetes"