![]() |
| Foto ilustrasi: iStock |
Praktek donor sperma ilegal lewat media sosial kembali memicu kontroversi. Seorang pria di Amerika Serikat, Robert Albon, yang secara masif menyebarkan spermanya secara mandiri, baru saja menelan pil pahit dari aksi yang dia lakukan.
Pengadilan Keluarga menolak mentah-mentah permohonannya untuk dicantumkan sebagai ayah legal, di akta kelahiran salah satu anak biologisnya.
Albon yang dikenal sebagai 'Joe Donor' mengklaim menjadi ayah biologis dari 180 anak di seluruh dunia. Ini melalui metode donasi sperma ilegal, yang diiklankan di media sosial Facebook dan Instagram.
Kasus ini mencuat setelah Albon mengetahui pasangan lesbian, yang menggunakan jasanya melalui inseminasi buatan mandiri, mendaftarkan pasangan sang ibu yang merupakan seorang pria transgender sebagai ayah di akta kelahiran bayi tersebut.
Merasa tidak terima, Albon mengajukan permohonan deklarasi orang tua ke pengadilan. Namun, hakim tertinggi Pengadilan Keluarga, Sir Andrew McFarlane, menolak klaim tersebut karena menganggap motif Albon hanya demi ego pribadi dan mengabaikan kesejahteraan psikologis sang ibu.
Bahaya 'Pabrik Sperma' Liar Tanpa Skrining Kesehatan
Praktik yang dijalani Albon dilakukan sepenuhnya di luar pengawasan medis alias ilegal, karena tidak melalui klinik kesuburan berlisensi. Dalam wawancara kontroversialnya bersama media, Albon bahkan dengan bangga menyebut dirinya memiliki 'pabrik sperma' sendiri.
Dunia medis dan otoritas kesehatan memberikan peringatan keras terhadap fenomena donor sperma liar melalui grup media sosial seperti ini. Pasalnya, transaksi sperma 'bawah tanah' ini menyimpan risiko kesehatan dan hukum yang sangat fatal bagi pasien maupun anak yang dilahirkan.
Berikut adalah tiga risiko utama donor sperma ilegal yang tidak diatur medis dan dikutip dari BBC:
- Tanpa Pemeriksaan Kesehatan: Tidak ada jaminan skrining penyakit menular seksual (PMS) atau kelainan genetik bawaan pada sperma yang didonorkan.
- Ketiadaan Perlindungan Hukum: Klinik resmi memiliki aturan hukum ketat yang mencegah donor mengklaim hak asuh atau mengintervensi kehidupan anak di masa depan.
- Risiko Genetik (Inses Tidak Disengaja): Tanpa batasan kuota, seorang donor bisa menghasilkan ratusan anak di wilayah yang sama, meningkatkan risiko hubungan sedarah antar-saudara tiri di masa depan.
Sebagai perbandingan, regulasi resmi di Inggris membatasi sperma dari satu donor maksimal hanya untuk 10 keluarga.
Tindakan Egois yang Memanfaatkan Wanita Rentan
Dalam persidangan, Albon berdalih aksi hukumnya ini dilakukan demi psikologis sang anak. Karena dirinya merupakan anak adopsi yang tidak tahu asal-usul orang tua kandungnya.
Ia mengaku tidak mau anak tersebut merasakan krisis identitas yang sama. Tetapi, rekam jejak Albon di pengadilan berkata lain.
Ini merupakan kekalahan ketiganya di meja hijau. Pada kasus-kasus sebelumnya, ia bahkan menuntut hak asuh anak hingga meminta nama belakang si anak diganti sesuai namanya.
Hakim menilai Albon memiliki obsesi aneh untuk mengontrol orang lain demi kepentingannya sendiri. Termasuk memanfaatkan celah hukum agar bisa mendapatkan izin tinggal (imigran) di Inggris.
Sir Andrew McFarlane menegaskan bahwa proses hukum yang agresif dari Albon telah menyebabkan ibu dari anak tersebut mengalami kecemasan hebat, yang menjadi pengalaman tersulit dalam hidupnya.
"Dorongan untuk melakukan hal itu sepenuhnya didorong oleh pandangan Tuan Albon sendiri, dan tidak dimoderasi oleh wawasan atau empati apa pun terhadap ibu anak tersebut," tegas Sir Andrew dalam putusannya.
Menanggapi maraknya kasus ini, Otoritas Fertilisasi dan Embriologi Manusia memberikan imbauan pada masyarakat yang membutuhkan donor sperma. Mereka menegaskan untuk selalu menggunakan klinik berlisensi demi keselamatan medis dan kepastian hukum.
"Penggunaan sperma donor dari grup media sosial, situs web, atau aplikasi dapat menimbulkan risiko serius bagi pasien, donor, dan anak-anak yang lahir," tegas pedoman resmi tersebut.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nekat Buka 'Pabrik Sperma' Ilegal di Medsos, Pria Ini Klaim Punya 180 Anak di Dunia"
