Hagia Sophia

04 June 2026

Komentar BGN Tentang Calo yang Jual Titik Lokasi Dapur MBG

Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva

Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara terkait kasus dugaan penipuan berkedok pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kasus ini mencuat setelah korban mengaku diminta menyerahkan uang dengan iming-iming mendapatkan titik lokasi dan operasional dapur MBG.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya menegaskan seluruh proses pengajuan hingga verifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak dipungut biaya.

"Modus yang digunakan adalah menjanjikan titik lokasi, pembangunan gedung SPPG, hingga siap operasional. Padahal, seluruh proses pengajuan dan verifikasi SPPG yang sah tidak pernah dipungut biaya oleh Badan Gizi Nasional," kata Sony dalam konferensi pers bersama kepolisian, Jumat (29/5/2026).

Menurut Sony, pelaku diduga menawarkan jasa pengurusan pembangunan dapur MBG lengkap dengan janji lokasi dan operasional yang cepat. Korban kemudian diminta menyerahkan sejumlah uang.

Padahal, BGN menegaskan tidak pernah menunjuk pihak ketiga, perantara, maupun calo untuk mengurus persetujuan dapur MBG.

"BGN tidak pernah menunjuk perantara, calo, ataupun pihak mana pun yang dapat menjamin seseorang memperoleh titik lokasi SPPG dengan cara membayar sejumlah uang. Seluruh proses dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Korban Rugi Rp 950 Juta

Kasus ini kini telah ditangani aparat penegak hukum. Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana mengatakan penyidik telah menetapkan satu orang terduga berinisial S.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban mengalami kerugian mencapai Rp 950 juta yang diduga diserahkan untuk pembangunan dapur MBG di wilayah Masbagik Selatan, Lombok Timur.

Penyidikan resmi dimulai sejak 21 Mei 2026 dan hingga kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

BGN Wanti-wanti Masyarakat

Sony mengungkapkan sejumlah korban sebelumnya sempat mendatangi BGN setelah proyek yang dijanjikan tidak kunjung berjalan dan dana yang telah diserahkan tidak kembali.

Setelah dilakukan klarifikasi, korban kemudian diarahkan untuk melapor kepada aparat penegak hukum.

BGN kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan program MBG.

Berikut hal yang ditekankan BGN:
  • Pengajuan dan verifikasi SPPG tidak dipungut biaya.
  • BGN tidak pernah menunjuk calo atau perantara.
  • Tidak ada pihak yang bisa menjamin persetujuan pembangunan dapur MBG dengan imbalan uang.
  • Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BGN.
Masyarakat diminta segera melapor ke kepolisian jika menemukan dugaan penipuan yang mengatasnamakan MBG atau BGN.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi BGN dan tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menawarkan jasa pengurusan ataupun menjanjikan persetujuan pembangunan SPPG dengan imbalan tertentu," pungkas Sony.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ramai Calo Jual Titik Lokasi Dapur MBG-Korban Rugi Ratusan Juta, BGN Bilang Gini"