![]() |
| Foto: Getty Images/Panca234 |
Perdebatan soal MPASI dini belakangan ramai di media sosial. Sejumlah unggahan memicu pro dan kontra terkait pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) sebelum bayi berusia 6 bulan.
Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan MPASI dini?
Dokter spesialis anak dr Meta Hanindita, SpA menjelaskan masih banyak masyarakat yang keliru memahami istilah tersebut.
"MPASI dini itu definisinya adalah MPASI yang diberikan di usia kurang dari 4 bulan. Kalau dikasih pas usia 4 bulan teng ya namanya bukan MPASI dini," jelas dr Meta melalui unggahannya di Thread, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, Minggu (31/5/2026).
Menurut dr Meta, di sejumlah negara Eropa rekomendasi pemberian MPASI memang dimulai sejak usia 17 minggu atau sekitar 4 bulan. Namun, Indonesia mengikuti rekomendasi World Health Organization yang menganjurkan pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan.
Kenapa Berbeda?
dr Meta menjelaskan perbedaan tersebut tidak lepas dari kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat yang berbeda.
"Di negara maju, sumber air bersih mudah, status ekonomi dan sosial berbeda, hygiene juga berbeda," ujarnya.
Menurutnya, bila rekomendasi MPASI usia 4 bulan diterapkan secara luas di Indonesia, risiko yang muncul justru bisa lebih besar.
"Sumber air belum tentu bersih, hygiene yang kurang malah bisa meningkatkan risiko infeksi pada bayi yang tentu masih rentan. MPASI yang kurang bergizi juga justru bisa menyebabkan malnutrisi," jelasnya.
Jadi, Bolehkah Bayi MPASI Sebelum 6 Bulan?
Meski rekomendasi umum di Indonesia adalah mulai MPASI pada usia 6 bulan, bukan berarti semua bayi harus mengikuti aturan tersebut secara mutlak.
dr Meta mengatakan dalam kondisi tertentu dokter dapat menyarankan MPASI sebelum usia 6 bulan, tetapi setelah bayi berusia lebih dari 4 bulan.
"Bisa saja dokter mengadviskan MPASI sebelum 6 bulan, sesudah 4 bulan. Sekali lagi, itu bukan MPASI dini," tegasnya.
Keputusan tersebut harus didasarkan pada evaluasi medis, misalnya bila kenaikan berat badan bayi kurang optimal atau terdapat kondisi khusus lainnya.
"Selama ada indikasi, sudah dievaluasi tanda kesiapan makan, dan atas advis dokter," ujarnya.
Karena itu, orang tua diimbau tidak hanya mengikuti informasi yang beredar di media sosial, melainkan berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memutuskan memberikan MPASI lebih awal kepada bayi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gaduh soal MPASI Dini di Medsos, Bagaimana Anjuran Dokter Anak?"
