![]() |
| Foto: dok. @photobeatsmedia via Instagram @peabobryson2 |
Penyanyi legendaris peraih Grammy, Peabo Bryson, meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Dalam pernyataan keluarga, Bryson meninggal secara damai pada Selasa (2/6/2026) pukul 17.00 waktu setempat, didampingi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Kabar duka ini muncul beberapa hari setelah perwakilannya mengonfirmasi Bryson mengalami stroke dan sedang menjalani perawatan medis.
Bryson dikenal luas lewat sejumlah lagu hits dan duet ikonik seperti Beauty and the Beast dan A Whole New World. Sepanjang karier lebih dari lima dekade, ia juga melahirkan banyak lagu R&B populer seperti 'Feel the Fire', 'Can You Stop the Rain', dan If Ever You're in My Arms Again'.
"Beliau meninggal dunia dengan tenang pada pukul 17.00 ET pada Selasa malam, 2 Juni 2026, dikelilingi oleh kasih sayang keluarganya dan orang-orang terdekatnya," demikian pernyataan keluarga, dikutip dari ABCnews, Rabu (3/6/2026).
Sebelumnya, pada 2019, Bryson juga sempat mengalami serangan jantung dan berhasil pulih.
Stroke Bisa Menyebabkan Komplikasi Berat
Dikutip dari Mayo Clinic, stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik akibat sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Selain menyebabkan kelumpuhan, stroke juga dapat memicu berbagai komplikasi serius yang mengancam nyawa, terutama pada pasien usia lanjut.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
- Gangguan menelan (disfagia) yang meningkatkan risiko tersedak dan pneumonia.
- Kelumpuhan atau kelemahan anggota gerak yang berkepanjangan.
- Gangguan bicara dan komunikasi.
- Penurunan fungsi kognitif hingga demensia vaskular.
- Pembekuan darah akibat imobilisasi terlalu lama.
- Infeksi saluran kemih dan infeksi paru.
- Pembengkakan otak yang dapat meningkatkan tekanan di dalam kepala.
Gejala stroke yang perlu diwaspadai meliputi wajah mencong, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, bicara pelo, gangguan penglihatan, pusing hebat, hingga kehilangan keseimbangan. Penanganan yang cepat sangat menentukan peluang pemulihan dan mengurangi risiko kecacatan maupun kematian.
Kepergian Peabo Bryson menjadi pengingat bahwa stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan terbesar di dunia, terutama pada kelompok usia lanjut. Kondisi ini juga belakangan banyak dilaporkan pada usia muda di bawah 40 tahun akibat perubahan gaya hidup.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Peabo Bryson Penyanyi Hits Beauty and The Beast Meninggal, Begini Riwayat Sakitnya"
