![]() |
| Ilustrasi campak di orang dewasa (Foto: Getty Images/Natalya Maisheva) |
Viral di media sosial Threads, seorang wanita di Jakarta yang nekat nonton konser walau katanya sedang sakit campak. Dari unggahannya, ditulis bahwa H-3 sebelum konser, muncul ruam di badannya dan ia mengatakan bahwa kondisinya 'menular banget'.
Sontak, postingan ini mengundang banyak atensi warganet. Mayoritas marah dan menyayangkan atas tindakan yang dianggap ceroboh, ini karena takut akan penularannya.
Pantauan detikcom, utas tersebut sudah dihapus oleh pemilik akun. Namun, beberapa netizen sempat menangkap layar unggahan tersebut.
"Ada yang sempat lihat threads ini? Waktu mau dibaca malah hilang. Emang bolehkah nonton konser offline dengan kondisi campak seperti ini?" tulis salah satu akun di Threads, dikutip Rabu (3/6/2026).
"Mana ada campak 3 hari sembuh ga pake masker pula, kalo ikutan sing along kebayang dropletnya terbang kemana2," tulis akun lain.
"Padahal dia udah bilang 'menular banget' .. dikiranya badan udah nggak merah , udah nggak nular gitu?! Semoga nggak ada ibu hamil di deket dia yaa," tulis akun lain.
Ditanya mengenai hal ini, Ketua Satgas Vaksinasi PAPDI Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD K-A.I FINASIM mengatakan bahwa dalam periode tersebut, yakni tiga hari setelah muncul ruam, campak masih bisa menularkan ke orang terdekat.
"Ya, pada saat menonton konser ia sangat besar kemungkinan masih menularkan. Masa menular campak berlangsung kira-kira 4 hari sebelum ruam muncul sampai 4 hari sesudah ruam muncul," kata dr Sukamto saat dihubungi detikcom, Rabu (3/6/2026).
"Jadi bila ruam baru keluar H-3 sebelum konser, pada hari-H ia justru masih berada dalam puncak masa penularan. Bahkan periode paling infeksius adalah beberapa hari menjelang dan sesudah ruam timbul," sambungnya.
dr Sukamto menambahkan bahwa virus campak dapat menyebar melalui percikan dan aerosol pernapasan saat batuk, bersin, bahkan berbicara. Jadi, tidak perlu adanya kontak fisik untuk tertular.
Terlebih, konser tersebut dilaksanakan di ruangan tertutup. Menurut dr Sukamto, justru kondisi ini membuat risiko penularan menjadi lebih tinggi.
"Risikonya sangat tinggi. Campak adalah salah satu penyakit yang paling cepat menular yang kita kenal. Satu orang yang sakit bisa menulari sekitar 12-18 orang lain yang belum kebal," katanya.
"Virus campak pun mampu bertahan melayang di udara hingga sekitar 2 jam setelah penderitanya meninggalkan ruangan," sambungnya.
Hal ini membuat di area konser yang tertutup, padat, ventilasi terbatas, dan berlangsung berjam-jam, kondisi ini praktis menjadi 'ruang penularan' yang ideal.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Wanita di Jakarta Nonton Konser Saat Sakit Campak, PAPDI: Masih Menularkan!"
