Hagia Sophia

10 June 2026

Sering Dikaitkan dengan Gula, Apa Arti Istilah Indeks Glikemik?

ilustrasi: indeks glikemik

Istilah indeks glikemik kerap disebut saat bicara soal pola makan sehat. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi gula, banyak orang mulai mencari tahu makanan apa saja yang memiliki indeks glikemik rendah hingga tinggi.

Health communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, M.Gizi., AIFO-K menjelaskan, indeks glikemik berkaitan dengan seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi.

"Jadi indeks glikemik ini sebenarnya apa sih? Jadi indeks glikemik itu bagaimana pada saat kita makan makanan, kemudian masuk ke dalam tubuh kita, dicerna, diabsorpsi, diserap, sampai akhirnya dia akan meningkatkan kadar gula darah," jelas dr Laurencia dalam acara detikcom Leaders Forum bertajuk 'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut', Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, indeks glikemik dibagi menjadi tiga kategori, yakni rendah, sedang, dan tinggi. Klasifikasi tersebut ditentukan berdasarkan nilai indeks glikemiknya.

"Kalau indeks glikemik itu rendah, berarti dia di bawah 55, kemudian kalau sedang itu sekitar 55-69, kalau di atas 70 itu kita sudah bilangnya tinggi," ujarnya.

Mengapa Indeks Glikemik Penting?

Menurut dr Laurencia, makanan dengan indeks glikemik rendah hingga sedang lebih disarankan untuk dikonsumsi dibandingkan makanan dengan indeks glikemik tinggi.

"Kalau mau sehat, memang kita lebih baik pilih yang rendah sampai sedang. Kenapa? Karena kalau yang tinggi, berarti pada saat makan makanan itu kadar gula darah kita langsung meningkat tajam," katanya.

Ia menambahkan, lonjakan gula darah yang terjadi secara cepat merupakan kondisi yang tidak direkomendasikan. Karena itu, masyarakat dianjurkan lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Bagaimana Mengenali Makanan Berindeks Glikemik Rendah?

Menurut dr Laurencia, tidak semua produk makanan kemasan mencantumkan nilai indeks glikemik pada labelnya. Namun, ada beberapa ciri yang dapat membantu mengenali makanan dengan indeks glikemik lebih rendah.

"Kalau dari makanan whole food mungkin lebih mudah, makanan yang rasanya tidak terlalu manis. Kemudian pada saat kita makan, kita membutuhkan untuk mengunyahnya itu harus lebih lama," jelasnya.

Sementara untuk makanan kemasan, konsumen dapat memperhatikan kandungan gula pada label informasi nilai gizi, terutama sukrosa.

Selain indeks glikemik, dr Laurencia mengingatkan, jumlah makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Sebab, makanan dengan indeks glikemik rendah sekalipun tetap dapat meningkatkan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

"Nah, selain indeks glikemik, itu tidak kalah penting adalah glycemic load. Jadi kalau misalnya kita sudah makan nih, oh makanan kita ini sudah bagus, indeks glikemiknya sudah rendah. Tapi kita makan dalam jumlah yang berlebihan, yaitu disebut sebagai glycemic load. Itu juga akan bisa meningkatkan kadar gula darah," tuturnya.

Karena itu, menurutnya, menjaga pola makan tidak cukup hanya dengan memilih makanan berindeks glikemik rendah. Porsi makan juga perlu diperhatikan agar asupan gula tetap terkendali.

"Jadi memang glycemic load-nya dijaga, indeks glikemiknya juga dijaga," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sering Dikaitkan dengan Gula, Apa Sih 'Indeks Glikemik' Itu?"