![]() |
| Foto: thinkstock |
Kanker kolorektal atau kanker usus besar secara global menempati urutan ketiga kanker paling umum dengan sekitar 1,9 juta kasus baru setiap tahun.
Sementara di Indonesia, kanker jenis ini berada di peringkat keempat untuk jumlah kasus terbanyak dan menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi kelima dengan lebih dari 19.000 kematian per tahun. Masalah utamanya terletak pada keterlambatan penanganan.
"Jika 100 pasien kanker kolorektal datang ke fasilitas kesehatan kita hari ini, lebih dari 70 di antaranya akan datang dalam kondisi stadium lanjut. Bukan karena mereka lalai, bukan karena penyakit ini tidak dapat ditangani, melainkan karena tidak ada yang mendeteksinya cukup dini," beber Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Harbuwono Saksono, Senin (1/6/2026).
Catat bagaimana tahapan kanker usus besar muncul dari stadium awal hingga akhir:
Kanker usus besar stadium 0 dan stadium 1
Pada tahap awal kanker usus besar, ukuran tumor masih kecil dan belum menyebar ke luar usus besar. Sebagian besar orang kemungkinan tidak akan menyadari adanya perubahan pada feses mereka.
Namun, mungkin terdapat sedikit darah pada feses yang sulit terlihat dengan mata telanjang.
Kanker usus besar stadium 2
Pada stadium 2, kanker telah menyebar ke lapisan terluar usus besar dan mungkin juga ke jaringan atau organ di sekitarnya. Beberapa perubahan yang mungkin muncul meliputi:
- Darah yang terlihat jelas pada feses.
- Bentuk feses mulai tampak lebih tipis.
- Lebih sering buang air besar atau muncul perasaan tidak tuntas setelah BAB.
Pada stadium 3, kanker tumbuh lebih besar dan telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Gejala yang mungkin muncul antara lain:
- Feses berbentuk sangat kecil dan tipis seperti pensil terjadi lebih sering.
- Diare atau sembelit yang tidak kunjung membaik.
- Lebih banyak darah dan lendir pada feses.
Kanker usus besar stadium 4
Pada stadium 4, kanker usus besar telah menyebar ke bagian tubuh lain. Kondisi ini dikenal sebagai kanker usus besar metastatik atau stadium lanjut.
Pada tahap ini, usus besar bisa mengalami penyumbatan atau tidak berfungsi dengan baik. Gejala yang mungkin muncul meliputi:
- Feses menjadi sangat tipis atau berbentuk butiran kecil seperti pelet. Bahkan, pengidapnya bisa tidak dapat BAB sama sekali.
- Darah pada feses menjadi lebih sering ditemukan, dan warna feses bisa sangat gelap atau kehitaman.
- Nyeri perut berat dan perut membengkak.
Sejumlah kondisi lain juga dapat menyebabkan perubahan pada feses, antara lain:
- Wasir (hemoroid), yaitu pembengkakan pembuluh darah di anus dan rektum bagian bawah.
- Fisura ani, yaitu robekan kecil pada jaringan tipis yang melapisi anus.
- Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.
- Infeksi saluran cerna.
- Konsumsi makanan atau obat-obatan tertentu.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Tenaga kesehatan merekomendasikan setiap orang mulai menjalani skrining kanker usus besar pada usia 45 tahun. Skrining dapat dilakukan lebih awal bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus besar.
Kolonoskopi merupakan metode skrining kanker kolorektal yang paling banyak digunakan dan paling akurat. Namun, prosedur ini bersifat invasif dan biasanya memerlukan obat penenang (sedasi).
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Begini Tahapan Gejala Kanker Usus Besar dari Stadium Awal hingga Akhir"
