![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita |
Bagi banyak orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan, nasi putih sering kali menjadi musuh nomor satu. Nasi dicap sebagai pemicu utama perut buncit dan kegemukan. Namun, benarkah nasi seburuk itu?
Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Prof Ali Khomsan menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada nasinya, melainkan pada kebiasaan konsumsi kita sehari-hari.
Salah satu alasan mengapa nasi sering dianggap bermasalah adalah karena kecocokan rasanya dengan lidah masyarakat. Karena rasanya yang nikmat, orang cenderung sulit berhenti makan sebelum benar-benar kenyang.
"Mengapa nasi sering dianggap bermasalah? Karena nasi itu enak. Ketika orang makan nasi enak, dia cenderung makan lebih banyak," ungkap Prof Ali dikutip dari laman IPB University, Minggu (1/3/2026).
Artinya, bukan zat di dalam nasi yang membuat tubuh gemuk, melainkan kuantitas atau porsi yang dikonsumsi sering kali melebihi kebutuhan energi harian.
Nasi putih mengandung kurang lebih 130 kalori per 100 gram. Dalam sepiring nasi, kira-kira 260 kkal. Sebagai perbandingan, kebutuhan kalori harian rata-rata orang dewasa adalah sekitar 2.000 kkal.
Artinya, satu porsi nasi sebenarnya hanya menyumbang sekitar 13 persen dari total kebutuhan harian. Yang biasanya membuat timbangan melonjak adalah lauk-pauk yang digoreng, penggunaan santan berlebih, atau kebiasaan nambah nasi.
Semua Karbohidrat Sama Saja Jika Berlebihan
Prof Ali menegaskan bahwa dampaknya akan tetap sama jika kita mengonsumsi sumber karbohidrat lain secara berlebihan. Jadi, mengganti nasi dengan singkong atau ubi bukan berarti otomatis menjadi kurus jika porsinya tetap tidak terkendali.
"Saya melihatnya bukan semata karena kalorinya, tetapi karena kuantitas yang dikonsumsi. Jika sumber karbohidrat lain seperti singkong atau ubi dikonsumsi berlebihan, dampaknya terhadap berat badan tetap sama," tambahnya.
Pada akhirnya, kesehatan dan berat badan ideal tidak ditentukan oleh satu jenis makanan saja. Memusuhi nasi bukanlah solusi jangka panjang. Fokus utama seharusnya terletak pada edukasi gizi yang tepat yakni memahami keseimbangan pola makan dan menjaga gaya hidup aktif secara keseluruhan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jangan Salah Kaprah, Ahli Sebut Nasi Putih Ternyata Nggak Bikin Gemuk"
