Hagia Sophia

26 March 2026

UPF Secara Perlahan Bisa "Membunuh" Para Penyintas Kanker

Foto: Getty Images/wildpixel

Di balik kemasan praktis dan rasa yang memanjakan lidah, tersimpan ancaman nyata bagi mereka yang baru saja memenangkan pertempuran melawan kanker. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention memberikan satu lagi bukti kuat bagaimana makanan ultra proses (UPF) secara perlahan bisa "membunuh" harapan hidup para penyintas kanker.

Bukan rahasia lagi jika pola makan sehat sangat krusial bagi penyintas, namun studi ini menyoroti satu musuh utama yang sering terabaikan: makanan ultra proses (ultra-processed foods). Kelompok makanan ini mencakup camilan kemasan, minuman manis, hingga makanan siap saji yang telah dimodifikasi dengan tambahan gula, lemak, garam, dan pengawet kimia.

Diberitakan Fox News, penelitian yang dilakukan oleh IRCCS Neuromed di Italia ini memantau lebih dari 800 penyintas kanker selama hampir 18 tahun. Hasilnya sangat mengkhawatirkan. Mereka yang mengonsumsi makanan ultra proses dalam jumlah tinggi ditemukan memiliki risiko kematian 48 persen lebih tinggi dari penyebab apa pun.

Bahkan, risiko kematian yang spesifik akibat kanker melonjak hingga 57 persen dibandingkan dengan mereka yang jarang menyentuh makanan hasil olahan industri tersebut.

"Hal yang paling mencolok adalah hubungan ini tetap kuat bahkan setelah kami mempertimbangkan kualitas diet secara keseluruhan," ujar Dr. Marialaura Bonaccio, pimpinan penelitian tersebut.

Artinya, meskipun seseorang merasa sudah banyak makan sayur, efek buruk dari proses pengolahan makanan pabrikan tetap memberikan dampak negatif yang berdiri sendiri bagi tubuh. Para peneliti menduga adanya peradangan (inflammation) kronis yang dipicu oleh bahan tambahan pangan menjadi alasan di balik tingginya angka risiko ini.

Sebagai langkah pencegahan, para ahli sangat menyarankan para penyintas untuk "pulang" ke dapur sendiri. Memasak makanan dari bahan-bahan segar dan meminimalisir produk instan adalah strategi paling masuk akal untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

"Saran paling praktis adalah beralih ke makanan yang diproses secara minimal dan masakan rumahan," pungkas Bonaccio.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ngeri! Satu Lagi Bukti Ultra Processed Food Bisa 'Membunuh' Secara Perlahan"