Hagia Sophia

31 May 2026

Benarkah Makan Daging Kemudian Minum Es Bikin Lemak Membeku?

Lemak menggumpal karena air es? Foto: Getty Images/iStockphoto/AlexRaths

Banyak orang percaya minum air dingin setelah makan daging bisa membuat lemak membeku di dalam tubuh. Mitos ini biasanya semakin sering dibahas saat perayaan besar seperti Idul Adha, ketika konsumsi sate, gulai, hingga makanan berlemak meningkat dan es teh manis menjadi minuman pendamping favorit.

Namun dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menegaskan anggapan tersebut tidak benar. Menurutnya, makanan dan minuman yang dikonsumsi akan menyesuaikan dengan suhu tubuh sehingga tidak membuat lemak membeku di saluran pencernaan.

Benarkah Air Dingin Bisa Membekukan Lemak?

Menurut dr Aru, anggapan bahwa air dingin dapat membuat lemak membeku di dalam tubuh hanyalah mitos. Air dingin maupun hangat, ketika masuk ke dalam tubuh maka suhunya akan mengikuti suhu tubuh.

"Jadi enggak mungkin kita kalau minum air dingin masuk ke tenggorokan, masuk ke usus itu dalam bentuk yang masih dingin," ujarnya saat ditemui oleh detikcom, Kamis, (21/5/2026).

Dijelaskan oleh dr Aru, makanan maupun minuman yang dikonsumsi akan menyesuaikan dengan suhu tubuh sehingga tidak membuat lemak membeku di saluran pencernaan.

"Tidak, pasti akan dirubah menjadi suhu tubuh. Dengan merubah menjadi suhu tubuh makanya tidak mungkin dia menyebabkan terjadinya seperti yang tadi ya, membeku atau menjadi mengeras. Tidak, justru tidak akan terjadi apa-apa. Mau dia minum air panas, air dingin, apakah kemudian lemak ataupun makannya itu akan menjadi beku setelah kita minum," katanya.

Penjelasan tersebut juga sejalan dengan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Gut. Studi itu menunjukkan suhu di lambung memang dapat berubah sementara setelah mengonsumsi minuman dingin, tetapi akan kembali mendekati suhu tubuh dalam waktu sekitar 20-30 menit.

Secara fisiologis, tubuh manusia memang memiliki mekanisme thermoregulation atau pengaturan suhu tubuh. Karena itu, makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak akan bertahan lama dalam suhu dingin ketika sudah masuk ke saluran pencernaan.

Bagaimana dengan Es Teh Manis?

Menurut dr Aru, hal yang justru perlu diperhatikan bukan suhu minumannya, melainkan kandungan gula di dalam minuman manis yang sering dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak saat Idul Adha.

"Yang justru diperhatikan dengan es teh manis itu bukan es teh manisnya, tetapi manisnya, karbohidratnya, glukosanya," ujarnya.

Ia menjelaskan, pada beberapa orang, terutama yang memiliki kecenderungan diabetes atau kolesterol tinggi, konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah sekaligus memicu pembentukan lemak di dalam tubuh.

"Ada beberapa kondisi di mana gula darah yang tinggi kemudian disimpan oleh tubuh menjadi bentukan lemak atau kolesterol. Jadi gulanya yang justru berbahaya, bukan tehnya dan juga bukan dinginnya," katanya.

Karena itu, dr Aru mengingatkan untuk tidak hanya fokus pada mitos seputar air dingin, tetapi juga memperhatikan asupan gula dan pola makan secara keseluruhan selama Idul Adha.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Makan Daging lalu Minum Es Bikin Lemak Membeku di Tubuh? Dokter Pastikan Cuma Mitos"