Hagia Sophia

18 August 2026

Kebiasaan Konsumsi Makanan Pedas dan Asam Bisa Picu Radang Usus Buntu

Foto ilustrasi: Getty Images

Makanan pedas dan asam kerap diidentikkan dengan masalah pencernaan seperti sakit perut atau mulas. Tetapi, kebiasaan mengonsumsi makanan berunsur pedas dan asam, yang dipadukan dengan pola makan terburu-buru, ternyata juga berisiko memicu masalah medis yang lebih serius, yakni peradangan usus buntu.

Secara medis, penyakit usus buntu atau apendisitis merupakan kondisi peradangan pada apendiks, sebuah kantung kecil berbentuk tabung yang secara anatomis memang sudah ada di dalam tubuh manusia. Kondisi ini umumnya dipicu oleh adanya sumbatan pada muara usus buntu.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan meski makanan pedas tidak langsung menyumbat usus buntu. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi asam dan pedas ekstrem dapat merangsang iritasi berulang pada dinding saluran cerna.

"Usus buntu itu kan sebenarnya memang sudah ada dan kecil, memang sudah ada secara anatomis ya," ujar dr Yaze pada detikHealth, Kamis (13/8/2026).

"Tapi begitu ada sesuatu yang nyangkut di sana dan ada peradangan, kadang nggak bisa keluar lagi. Nah itu yang bikin akhirnya terjadi usus buntu yang mau nggak mau harus diangkat," sambungnya.

Bahaya Dipaksa Makanan Masuk Tanpa Dikunyah Halus

Selain faktor rasa pedas dan asam yang mengiritasi, faktor pemicu utama lainnya berasal dari kebiasaan makan yang terburu-buru. Di tengah rutinitas yang padat, tidak sedikit masyarakat yang mengabaikan pentingnya mengunyah makanan dengan benar.

"Karena orang pengen cepat-cepat selesai makan, entah dia banyak kerjaan, atau dia misalnya sebenarnya dia pengen skip sarapan tapi lapar, akhirnya dia makan ngunyah cuma 1-2 kali. Jadi itu masih dalam bentuk lumayan besar makanan, dipaksa buat masuk," tutur dr Yaze.

Ketika makanan tidak dikunyah hingga halus, sisa-sisa proses pencernaan yang belum terurai sempurna berisiko tinggi terselip dan terjebak diusus buntu. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, peradangan hebat ini bahkan bisa memicu perforasi alias usus buntu pecah yang berakibat fatal.

Kombinasi Maut: Pedas, Asam, dan Panas

Oleh karena itu, dr Yaze menyarankan untuk mengurangi atau membatasi asupan makanan yang terlalu pedas, sangat asam, serta bersuhu terlalu panas.

Sering kali, seseorang yang menyantap makanan sangat panas dan pedas cenderung tidak sabar untuk menunggunya dingin. Demi meredam sensasi terbakar di mulut, makanan tersebut justru langsung ditelan bulat-bulat tanpa dikunyah secara optimal.

Selain itu, dampak buruk dari kebiasaan makan panas dan pedas secara terburu-buru ternyata tidak hanya pada organ perut bawah. Kebiasaan ini juga berisiko merusak jaringan mukosa di area tenggorokan dan saluran pernapasan atas.

"Bahkan bisa jadi kayak kanker masuk nasofaring, gara-gara makan panas dan pedas dengan cepat," tegas dr Yaze.

Iritasi berulang akibat paparan suhu panas ekstrem dan sifat iritasi zat pedas yang ditelan secara agresif dapat memicu kerusakan sel. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Demi mencegah berbagai risiko kesehatan tersebut, dr Yaze mengimbau untuk mulai mengubah perilaku dan gaya makan sehari-hari, seperti:
  • Kunyah makanan hingga halus sebelum ditelan agar beban pencernaan berkurang.
  • Sabar menunggu makanan tidak terlalu panas sebelum disantap.
  • Batasi tingkat kepedasan dan keasaman makanan agar dinding saluran cerna tidak gampang teriritasi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Hati-hati, Kebiasaan Konsumsi Makanan Pedas-Asam Bisa Picu Radang Usus Buntu"